Advertisement

Ego adalah satu dari tiga konsepsi kejiwaan manusia yang dirumuskan oleh Freud. Ego muncul selama tahap-tahap awal perkembangan pikiran, seiring dengan mulai munculnya kesadaran diri dan pemahaman perseptual. Ego juga mengintegrasikan dan memperantarai jiwa seseorang dengan dunia luar. Sama hainya dengan konsepsi kedua, yakni id (energi instinktif), ego mengejar kenikmatan, namun mampu menyesuaikan diri dengan kondisi di dunia luar sehingga orang yang bersangkutan dapat memahami realitas yang mungkin tidak sejalan dengan apa yang diinginkannya. Namun adakalanya keinginan meraih kenikmatan itu begitu besar, sehingga ego bentrok dengan id. Konsepsi ketiga, yakni superego. yang kurang lebih setara dengan kesadaran, berkembang melalui identifikasi seseorang terhadap orang tuanya; karena itu seorang anak cenderung mewarisi sebagian nilai-nilai orang tuanya. Perlu dicatat bahwa Freud tidak menyatakan bahwa id, superego dan ego dapat selalu dikenali dalam proses otak manusia. Ketiganya sekedar konseptualisasi atau abstraksi guna menyebut kekuatan-kekuatan yang mengatur perilaku manusia. “Ego” merupakan terjemahan Latin dari istilah Freud dalam bahasa Jerman, das Ich (“sang aku“), yang oleh Freud diyakini sebagai jangkar kesadaran. Bettelheim (1983) berpendapat bahwa pemakaian istilah bahasa Latin itu lebih mengena, sekaligus terkesan lebih misterius sehingga lebih menarik. Dalam formulasi berikutnya, Freud menyatakan bahwa salah satu konsekuensi konflik internal atau intrafisik (antara ketiga konsepsi kejiwaan tersebut) adalah terasakannya kegelisahan, yang kemudian bisa membangkitkan mekanisme pertahanan diri tertentu, mulai dari pemisahan keinginan dari kesadaran, atau pelampiasan melalui tindakan agresi terhadap obyek tertentu. Dalam tulisan-tulisan berikutnya, Freud, dan anak kandungnya yang juga ahli psikoanalisis, Anna, menjelaskan bahwa mekanisme pertahanan diri itu bervariasi, dan kebanyakan berlangsung secara tidak sadar. Ketika ego menguasai kesadaran, maka mekanisme itu pun menjadi mekanisme ego. Psikologi khusus tentang ego telah menyajikan sejumlah konsep yang dapat membantu kita untuk memahami proses-proses di mana individu berusaha mengatasi konflik, baik itu konflik dalam dirinya sendiri maupun konflik dengan sesuatu dari dunia luar. Dalam tulisan-tulisan berikutnya, tampak bahwa minat Freud bergeser ke topik lain seperti proses konflik internal (dalam diri seseorang) serta integrasinya dengan kondisi di dunia luar, yang kemudian dikembangkan oleh para psikoanalisis generasi berikutnya.

Incoming search terms:

  • pengertian ego
  • arti ego
  • definisi ego
  • apa arti ego
  • arti penjelasan ego
  • pengertian ego seseorang
  • Yang di maksud ego bahasa
  • istilah dari Ego
  • memahami karakteristik ego
  • pengertian dan karakteristik ego

Advertisement
Advertisement
Filed under : Bikers Pintar, tags:

Incoming search terms:

  • pengertian ego
  • arti ego
  • definisi ego
  • apa arti ego
  • arti penjelasan ego
  • pengertian ego seseorang
  • Yang di maksud ego bahasa
  • istilah dari Ego
  • memahami karakteristik ego
  • pengertian dan karakteristik ego