Advertisement

Ilmu tentang hubungan timbal balik makhluk hidup dengan sesamanya dan dengan ling­kungannya. Ekologi berasal dari kata Yunani oikos, yakni rumah atau tempat untuk berdiam, yang juga berarti rumah tangga dan logos yang berarti ilmu atau studi. Yang mula-mula menggunakan istilah ini secara sangat terbatas (dalam surat menyurat) adalah seorang Amerika bernama Henry David Thoreau (1850). Kon­sep ini tidak jelas, sampai akhirnya dikemukakan oleh seorang ahli Jerman Ernst Haeckel pada tahun 1869, dan digunakan secara luas oleh Charles Darwin tidak lama sesudah itu. Ekologi adalah ilmu yang mempe­lajari hubungan timbal-balik makhluk hidup (pengada insani) dengan sesamanya dan dengan yang tidak hi­dup (pengada ragawi atau benda mati).

Hipotesis Gaia. Hipotesis Gaia ( = dewi Bumi), yang dikembangkan oleh James Lovelock (1979), me­ngatakan bahwa makhluk hidup, khususnya mikro­organisme (perombak = dekomposer = redusen) te­lah mengalami perkembangan yang sedemikian unik dan rumit dalam interaksinyaTtenpn lingkungan fi­sik, sehingga berfungsi sebagai pengendali keadaan bumi seperti adanya sekarang ini, tetapi justru me­mungkinkan adanya, atau berlangsungnya, kehidupan itu sendiri.

Advertisement

Berdasarkan hipotesis ini kehidupan yang ada di bumi ini adalah sesuatu yang unik, karena itu kalau kita bermaksud meyelidiki apakah ada kehidupan di planet lain, atau di bagian lain dalam alam semesta, harus digunakan kriteria lain tentang kehidupan. Ka­rena kalau pun ada kehidupan di Mars, misalnya, yang kita jumpai pasti bukan kehidupan seperti yang kita alami di bumi.

Biosfer, Ekosfer, dan Bagian-bagiannya. Biosfer atau ekosfer adalah bagian semesta tempat kehidupan berada. Dengan pengertian kita tentang makna kehi­dupan sampai saat ini, kehidupan sebenarnya hanya ada di bumi ini. Biosfer juga disebut ekosfer, bulatan (bumi) tempat adanva ekosistem.

Advertisement