PENGERTIAN EKONOMI DUNIA KAPITALIS DARI ABAD XVI SAMPAI ABAD XVIII – Sejak kelahirannya pada abad xv, ekonomi-dunia kapitalis mengalami ekspansi dan evolusi yang terus menerus. Ekspansi berarti bahwa kapitalisme terus memperluas jangkauan geografisnya di muka bumi ini (lihat Gambar 7.1 dan 7.2). Evolusi berarti bahwa komponen-kompenen ekonomi dunia — yaitu pusat, pinggiran dan semipinggiran — terus-menerus mengubah strukturnya menjadi satu kesatuan. Seperti yang akan kita lihat dalam dua bab selanjutnya, dewasa ini kapitalisme merup akan sistem yang kompleks dan canggih mencakup hampir seluruh permukaan dunia. Tetapi, seperti apakah perkembangan awal kapitalisme sebagai sistem-dunia?

Negara Eropa pertama yang berperan sebagai pusat pada abad xvi adalah Spanyol dan Portugal. Negara-negara itu merupakan negara Eropa pertama yang melakukan ekspedisi kolonial di belahan lain dunia ini. Sesungguhnya, Spanyol mencoba mengubah ekonomi-dunia kapitalis menj adi kekaisaran-dunia miliknya sendiri, tetapi usaha tersebut gagal. Menjelang akhir abad xvi, masyarakat Spanyol dan Portugal tidak lagi menjadi pemimpin ekonomi-dunia. Kedudukan mereka diambil alih oleh Belanda, Inggris dan Perancis, yang kemudian menjadi masyarakat pusat utama pada alchir abad xvi. Di antara negara-negara tersebut, Belanda paling dominan. Pada masyarakat ini aktivitas ekonomi yang utama adalah pertanian kapitalis. Secara berangsur-angsur banyak bangsawan menyewakan tanahnya kepada penyewa kapitalis, kemudian oleh penyewa tersebut diolah untuk meraih keuntungan. Kemudian, banyak bangsawan dan petani beralih menjadi petani kapitalis. Banyak pula tanah dialihfungsikan menjadi tempat penggembalaan domba sehingga industri wool berkembang di Inggris. Perindustrian rakyat juga mengalami perkembangan yang berarti di masyarakat pusat.

Pinggiran pada abad xvi dikuasai oleh dua wilayah utama dunia: Iberian Amerika (Spanyol dan Portugis) dan Eropa Timur. Di Amerika-Spanyol, bangsa Spanyol mendirikan koloninya menjadi pertanian berskala besar, dan lebih penting lagi adalah dijadikannya koloni tersebut sebagai daerah pertambangan emas dan perak. Dengan sistem kerja paksa yang dijalankan bangsa Spanyol, dari pertambangan tersebut dihasilkan biji emas dan perak dalam jumlah besar, kemudian diekspor ke Eropa untuk diolah menjadi mata uang. Pendapatan dari logam-logam tersebut memberikan sumbangan pada ekspansi suplai uang di Eropa, yang kemudian berpengaruh besar pada ekonomi dunia. Di Amerika Portugis (Brazil), perkebunan tebu didirikan, tenaga ‘,kerjanya berasal dari tenaga budak yang didatangkan dari Afrika. Gula menjadi komoditi sangat berharga di Eropa, antara lain untuk memaniskan kopi dan membuat coklat. Di wilayah pinggiran lain, yaitu di Eropa Timur, pertanian padi dan gandum dalam skala besar merupakan aktivitas ekonomi yang utama. Pertanian ini juga dijalankan di bawah sistem kerja paksa yang sangat mirip dengan perhambaan pada masa lampau. Hubungan antara tuan tanah dan petani tetap berlangsung. Akan tetapi sebenarnya petanilah yang menghasilkan produk urt.tk pasar ekonomi-dunia, bukannya tuan tanah. Sepanjang abad xvi, Eropa timur terutama Polandia, merupakan eksportir padi dan gandum terbesar ke Eropa barat.

Semi-pinggiran pada abad xvi berlokasi di Eropa Tengah, terutama Italia, dan yang lain adalah Spanyol dan Portugal. Panen bagi hasil merupakan bentuk kerja pertanian yang utama. Industri bergerak pada produksi barangbarang mewah, seperti sutra. Setelah pertengahan abad xvii, Inggris mulai menggantikan Belanda sebagai masyarakat pusat. Inggris yang telahbanyak menaklukkan negara lain dengan kekuatan militer, mulai menggeser Belanda. Perancis juga mulai menggantikan kedudukan Belanda. Akan tetapi Perancis tidak seberhasil Inggris. Selama masa ini, beberapa masyarakat baru mulai masuk ke dalam kelompok pinggiran. Di antaranya yang paling penting adalah Amerika Serikat bagian selatan, koloni Inggris yang dijadikan produsen sejumlah hasil pertanian. Masyarakat koloni di India Barat mulai memasuki ke dalam kelompok wilayah pinggiran. Koloni itu didirikan di bawah pengaruh Inggris dan Perancis. Masyarakat perkebunan di Karibia dipaksa untuk memproduksi gula. Masyarakat semi-pinggiran pada saat itu adalah Swedia, Prusia, dan Amerika Serikat bagian utara.

Filed under : Bikers Pintar,