Advertisement

welfare economics (ekonomi kesejahteraan)

Bila ilmu ekonomi adalah kajian tentang bagaimana melakukan sesuatu dengan cara terbaik, atau optimal, dalam menggunakan sumber-sumber yang terbatas, maka ilmu ekonomi kesejahteraan berkaitan dengan makna istilah “optimal” dan formulasi ketetapan-ketetapan yang memungkinkan kita menyatakan bahwa kebijakan atau peristiwa tertentu pada masa sekarang telah meningkatkan atau mengurangi kesejahteraan sosial.

Advertisement

Optimalitas didefinisikan dalam pengertian maksimalisasi kesejahteraan sosial, sehingga fokus perhatiannya tertuju pada apa yang terkandung dalam konsep kesejahteraan sosial. Biasanya kesejahteraan sosial diartikan sebagai jumlah kemakmuran semua anggota dari masyarakat tertentu. Dengan menggunakan penilaian atas nilai, dalam pengertian bahwa individu menilai kemakmuran mereka sendiri untuk diperhitungkan dalam formulasi suatu ukuran kesejahteraan sosial, maka berarti kita menggunakan basis ilmu ekonomi kesejahteraan Paretian (setelah Vilfredo Pareto). Dalam kasus ini, menyatakan bahwa kesejahteraan pribadi A telah meningkat sama saja dengan menyatakan bahwa A lebih menyukai suatu situasi tertentu daripada situasi lainnya. Menyatakan bahwa kesejahteraan sosial telah meningkat memerlukan pernyataan definitif lebih lanjut, yakni, bahwa peningkatan kesejahteraan A telah terjadi tanpa diikuti dengan makin memburuknya keadaan orang lain. Dengan demikian, kesejahteraan sosial meningkat bila setidak-tidaknya ada satu individu yang meningkat kesejahteraannya dan tidak ada individu pun yang mengalami penurunan kesejahteraan. Bisa dicatat di sini bahwa persyaratan pertama menyangkut penilaian atas nilai, namun yang kedua merupakan persoalan definisi. Definisi bukan penilaian tambahan atas nilai.

Ilmu ekonomi kesejahteraan Paretian dengan sendirinya hampir steril, karena memang jarang ada situasi dimana tidak ada seorang pun dirugikan oleh suatu kebijakan. Ada individu yang mendapat keuntungan, ada juga yang rugi. Terjadi sterilitas dalam prinsip-prinsip murni Paretian karena adanya kesulitan untuk memper-bandingkan keuntungan yang diperoleh seseorang dalam hal kesejahteraan dengan kerugian yang diderita orang lain; Inilah yang disebut dengan kepalsuan perbandingan kemanfaatan interpersonal (fallacy of interpersonal comparisons of utility). Jika pandangan ini diterima, pasti muncul kesulitan untuk merumuskan kriteria perolehan keuntungan dalam hal kesejahteraan sosial itu. Prinsip yang diambil dari karya Kaldor (139) dan Hicks (1939) ini menyatakan bahwa ada keuntungan bersih kesejahteraan sosial jika mereka yang memperoleh keuntungan itu mau mengkompensasikan sebagian keuntungannya untuk orang-orang yang menderita kerugian dan tentu masih ada sisa keuntungan yang bisa dinikmatinya. Dengan kata lain, bila kompensasi itu terjadi, artinya orang-orang yang mengalami kerugian akan diberi kompensasi penuh sehingga kesejahteraan mereka tidak berubah antara sebelum dan sesudah ditetapkannya kebijakan yang sedang diteliti. Keadaan orang-orang yang mendapat keuntungan pasti masih lebih baik karena kompensasi yang disyaratkan lebih sedikit daripada keuntungan bruto. Inilah prinsip kompensasi Kaldor-Hicks.

Scitovsky (1941) menunjukkan bahwa syarat lebih lanjut diperlukan, karena suatu kebijakan bisa mengubah distribusi pendapatan sedemikian rupa sehingga orang-orang yang rugi barangkali justru membayar orang-orang yang memperoleh keuntungan padahal mereka mampu untuk mengembalikan ke situasi semula. Persyaratan bahwa hasilnya seharusnya tidak demikian telah menetapkan tes balik (reversal test) Scitovsky untuk keadaan-keadaan tertentu yang harus didefinisikan sebagai pengembangan Pareto (yang dimodifikasi). Karena mekanisme-mekanisme kompensasi aktual itu rumit, maka semua kriteria kompensasi biasanya diformulasikan dalam pengertian potensial untuk kompensasi. Sama sekali tidak ada persyaratan terhadap kompensasi itu. Ini terpisah sama sekali dari prinsip Pareto: prinsip kompensasi bisa mendukung suatu kebijakan yang justru menyingkirkan Pareto dalam kesejahteraan sosial. Karya Scitovsky membuka jalan untuk melakukan tindak eksplisit terhadap distribusi pendapatan. Little (1957) merumuskan berbagai alternatif di mana kesejahteraan sosial bisa dinyatakan meningkat berdasarkan pemenuhan kriteria kompensasi (tes efisiensi dan peningkatan dalam distribusi pendapatan (tes kesetaraan). Namlin, karyaRawls(1971) mungkin paling pas dalam merumuskan titik balik dalam ilmu ekonomi kesejahteraan yang di dalamnya terdapat perhatian eksplisit dan simultan pada efisiensi dan kesetaraan melalui penggunaan prinsip “maksimum” dari Rawls tentang mendapatkan manfaat dari sesuatu yang paling tidak bernilai dalam masyarakat.

Sejarah ilmu ekonomi kesejahteraan tetap mengandung keunikan karena mampu bertahan sebagai kerangka pengurai, dan sebagai landasan teknik-teknik praktis seperti analisis manfaat-biaya (cost-benefit analysis), lepas dari berbagai kritik keras pada tahun 1950-an terutama dalam karya de Graaf (1957). Teorema kemustahilan’ (impossibility theorem) yang terkenal dari Arrow (1963) juga menunjukkan berbagai problem dalam mendefinisikan segala fungsi kesejahteraan sosial yang didasarkan atas pengukuran nilai Paretian fundamental mengenai nilai kedaulatan konsumen.

Analisis mendasar dalam ilmu ekonomi kesejahteraan pada umumnya tetap tidak berubah sejak pertengahan tahun 1970-an. Ilmu ini telah membangun landasan bagi ilmu ekonomi lingkungan (environmental economics) dan analisis manfaat-biaya. Karya-karya yang terbit belakangan berusaha mengintegrasikan konsep-konsep psikologi, terutama dalam karya mengenai divergensi yang ditemukan dalam penggunaan konsep-konsep Hicks mengenai variasi-variasi kompensasi dan ekuivalen (compensating and equivalent variations = CV and EV), dua ukuran mengenai surplus konsumen. Secara teoretis, kedua ukuran itu hampir sama. Dalam praktek, tampaknya EV secara substansial di atas CV, atau, dalam bahasa yang lebih lugas, “kesediaan untuk menerima kompensasi” untuk mentolerir kerugian kesejahteraan jauh melampaui “kesediaan untuk membayar” demi perbaikan lingkungan yang ekuivalen. Sejumlah karya berspekulasi bahwa berbagai selisih ini merupakan hasil dari non-reversible indifferenc curve, yang artinya penilaian konsumen sangat bergantung pada tempat di mana mereka memulai. Bila benar demikian keadaannya, maka tidak hanya ilmu ekonomi kesejahteraan saja yang didasarkan pada kepalsuan tetapi teori permintaan pada umumnya.

Incoming search terms:

  • ekonomi kesejahteraan
  • kesejahteraan ekonomi
  • pengertian kesejahteraan ekonomi
  • pengertian economic welfare
  • perbedaan kemakmuran dan kesejahteraan
  • pengertian ekonomi kesejahteraan
  • economic welfare adalah
  • pengertian welfare economics
  • arti kesejahteraan dalam ilmu ekonomi
  • kesejahteraan ekonomi adalah

Advertisement
Filed under : Bikers Pintar, tags:

Incoming search terms:

  • ekonomi kesejahteraan
  • kesejahteraan ekonomi
  • pengertian kesejahteraan ekonomi
  • pengertian economic welfare
  • perbedaan kemakmuran dan kesejahteraan
  • pengertian ekonomi kesejahteraan
  • economic welfare adalah
  • pengertian welfare economics
  • arti kesejahteraan dalam ilmu ekonomi
  • kesejahteraan ekonomi adalah