Advertisement

Salah satu bagian geopolitik yang khusus menelaah peranan sumber-sumber ekonomi dalam kaitannya dengan politik. Di Indonesia, khu­susnya di dunia perguruan tinggi, ilmu ini belum men­dapat perhatian yang semestinya, dan juga belum me­rupakan mata kuliah tersendiri. Dengan demikian, apabila seseorang ingin mendalami bidang ilmu eko- politik ini, barangkali yang harus dilihat adalah bi­dang ekonominya dan sekaligus politiknya. Keduanya masih berdiri sendiri dan belum merupakan satu ke­satuan subjek.

Salah seorang ahli di bidang ekopolitik yang ter­kenal adalah Yohann Rudolf Kyellen. Ia seorang ahli tata negara berkebangsaan Swedia. Menurut Kyellen, apabila sumber-sumber ekonomi itu dapat digali se­cara lebih luas lagi (dieksploitasikan secara optimal), sumber itu akan dapat membantu sekaligus mempu­nyai pengaruh sangat besar terhadap kekuasaan suatu negara. Dengan kata lain, apabila suatu negara da­pat menguasai atau memonopoli suatu sumber eko­nomi, dengan sendirinya negara tadi akan memiliki pengaruh yang besar terhadap negara lain. Kasus ini dapat kita lihat pada waktu terjadi krisis minyak 1973/1974. Pada waktu itu banyak negara pengimpor minyak yang menderita banyak kerugian (akibat me­lonjaknya harga minyak dunia).

Advertisement

Ekopolotik memiliki sedikit perbedaan bila diban­dingkan dengan geopolitik. Geopolitik lebih menekan­kan pada aspek kewilayahan suatu negara, sedangkan ekopolitik lebih menitikberatkan sumber-sumber eko­nomi dalam suatu wilayah politik snatu negara. Indo­nesia mungkin mempunyai potensi yang besar dalam masalah ekopolitik. Banyak sumber ekonomi yang masih dapat digali lebih lanjut. Contohnya antara lain rotan, kayu, dan hasil tambang.

Advertisement