Advertisement

Suatu jenis herba tahunan. Tumbuhan ini banyak ditemukan di hutan, pinggiran sungai, rawa-rawa, dan di lahan pertanian. Kelompok tum­buhan ekor kuda pernah menjadi tumbuhan utama di permukaan bumi, yaitu pada Masa Palaezoik, khu­susnya Jaman Karbon Pada masa itu, beberapa je­nis ekor kuda berukuran raksasa. Setelah melalui evo­lusi yang panjang, kini hanya satu marga yang dapat bertahan hidup.

Tumbuhan ekor kuda mirip pohon kecil yang ber cabang atau tidak bercabang. Tingginya 0,3—2 me­ter. Batangnya ramping, kasar, dan berwarna coke­lat tua atau hitam. Batang ini bersendi. Tiap sendi pa­da batang utamanya dilingkari oleh daun kecil. Selu­ruh bagian tanaman yang berada di dalam tanah di­tutupi oleh bulu-bulu halus berwarna cokelat, bebe­rapa jenis ekor kuda mirip batang pohon kecil.

Advertisement

Ekor kuda berkembang biak dengan rizoma atau spora yang dihasilkan oleh sel reproduktif. Setiap mu­sim semi, ekor kuda menghasilkan batang reproduk­tif yang pendek, berwarna cokelat kemerah-merahan, dan di ujungnya terdapat semacam kerucut berisi spora. Batang ini akan mati segera setelah spora jatuh.

Klasifikasi Ilmiah. Ekor kuda termasuk suku Equisetaceae (petongan-petonganan); marga Equisetum.

Advertisement