Advertisement

Suatu kelompok serangga yang ter­golong dalam serangga tidak bersayap atau Apterygota. Selain tidak adanya sayap, ciri khas lain serangga ini ialah adanya furkula dan tabung ventral (ventral tube). Furkula adalah bangunan mirip cemeti atau pe­dang yang terdapat pada abdomen (bagian perut) ke­lima atau keenam. Cara bekerja alat ini seperti pegas, dan fungsinya untuk meloncat. Apabila tidak dipa­kai, furkula terlipat di sisi bawah abdomen. Tabung ventral, yang disebut juga kalofora, merupakan ba­ngunan yang terletak pada ruas pertama di bagian ba­wah perut. Bentuk bangunan ini mirip kantung dan berfungsi untuk mengisap air dari alam bebas.

Tubuh ekor pegas berukuran kecil dengan panjang 0,25—10 milimeter. Bagian perutnya terdiri atas 4—6 ruas. Antenanya beruas empat. Matanya berupa ma­ta majemuk yang terdiri atas 408 mata tunggal de­ngan susunan bervariasi. Warna tubuh beraneka ra­gam, dari putih, abu-abu, hitam, sampai bergaris atau bernoda. Tubuhnya bersisik, berambut atau licin.

Advertisement

Kelompok serangga ini mempunyai jumlah anggota jenis yang cukup besar. Di Indonesia tercatat seba­nyak 90 jenis yang tersebar di dataran rendah mau­pun dataran tinggi. Tempat hidupnya 0—20 sentime­ter di dalam tanah dengan penyebaran vertikal yang tidak merata. Semakin jauh di dalam tanah, semakin sedikit jumlah dan jenisnya. Hanya sebagian kecil anggotanya yang hidup di air tawar, air laut, dkn saliu. Tanah yang paling banyak dihuni ekor pegas adalah tanah dengan banyak timbunan bahan orga­nik yang lembap dan tidak terlalu panas seperti se- rasah dan humus. Pada tempat-tempat tersebut ekor pegas makan jamur, lumut kerak, spora, ganggang, dan bahan organik yang sudah maupun yang belum terombak. Beberapa anggotanya hidup sebagai pe­mangsa sejenis cacing dan beberapa lainnya sebagai hama tanaman polong-polongan. Di dalam tanah ter­dapat sekitar 75—93 persen ekor pegas dari populasi Arthropoda.

Keberadaan ekor pegas di dalam ekosistem dapat mempercepat proses perombakan bahan organik men­jadi anorganik. Karena aktif bergerak serta sering berpindah-pindah tempat, serangga ini mampu me­mencarkan jasad-jasad renik perombak.

Klasifikasi Ilmiah. Ekor pegas termasuk bangsa Collem- bola, anak-kelas Apterygota, dan kelas Insecta.

Advertisement