Advertisement

1. Bagi Plato forma atau esensi, pada dirinya, lebih real daripada kalau berpartisipasi dalam materi. Dengan mengasimilasikan eksistensi kepada esensi, materi berasosiasi dengan bukan-ada.

2. Aristoteles menggunakan perbedaan dualis (rangkap dua). Ia mengasosiasikan eksistensi dengan materi yang berforma, yaitu substansi, seraya mengasosiasikan esensi dengan forma dan dengan urisur-unsur sebuah definisi yang benar.

Advertisement

3. Thomas Aquinas menganut komposisi rangkap esensi dan eksistensi. Dalam komposisi pertama materi yang berforma diidentikkan dengan esensi suatu hal. Dalam komposisi yang kedua, eksistensi sebagai suatu karunia tambahan menerjemahkan esensi ke dalam aktualitas.

4. Duns Scotus menggunakan paham baecceitas (kekiman) sebagai prinsip individuasi. Dia mengarah kepada esensialisasi eksistensi. Artinya, esensi sesuatu adalah eksistensinya. Alasannya, suatu hal bereksistensi berkat baecceitas-nya (kekiniannya).

5. Kant bergerak ke arah lain. Baginya, eksistensi bukanlah sebuah predikat. Alasannya, penambahan eksistensi kepada ide seratus dolar tidak menambah satu sen pun kepada konsep itu dalam pemikiran orang.

6. Hegel mereduksi (mengembalikan) eksistensi kepada esensi. Hegel penganut esensialisme yang paling lengkap.

7. Kiekegaard menentang esensialisme Hegel. Ia dipandang sebagai penganut pertama eksistensialisme, Jika eksistensi dipandang terpisah sama sekali dari esensi, ia menjadi tak terpahami dan dalam arti tertentu irasional. Inilah sepak terjang Kierkegaard. Malah kemungkinan suatu ontologi eksistensi dibuang. Hal-hal individual — dan bukan eksistensi — diakui atau dikenal. Dan keputusan eksistensial menggantikan spekulasi.

8. Husserl boleh dianggap sebagai seorang esensialis yang tidak mengidentikkan yang rasional dengan yang real. Sebaliknya, ia “mengurungkan” (menangguhkan) semua pertanyaan tentang eksistensi, guna memudahkan penemuan esensi-esensi dalam fenomen-fenomen.

9. Russel berbicara tentang eksistensi dalam hubungan dengan argumen-argumen yang memenuhi suatu fungsi. Analisisnya mengenai deskripsi-deskripsi yang pasti dikembangkan supaya kita tidak membuat atribusi yang mengada-ada kepada eksistensi.

10. Heidegger memusatkan perhatiannya pada eksistensi manusia Nama umum eksistensi ini adalah Dastin dan bentuk autentiknya adalah Eksistenz, yang mengarah kepada kebenaran. Pada Jaspers istilah Dasein dan Eksistenz mempunyai arti yang sama dengan istilah Heidegger.

1 1. Bagi Weiss, eksistensi adalah satu dari empat cara berada. Tiga lainnya adalah aktualitas, idealitas, dan Allah.

12. Sartre beranggapan bahwa “eksistensi mendahului esensi”.

Incoming search terms:

  • pengertian eksistensi
  • eksistensi adalah
  • pengertian esensialisasi
  • pengertian eksistensi adalah
  • definisi eksistensi
  • arti istilah eksistensi
  • materi eksistensi
  • penjelasan tentang eksistensi
  • konsep esensi dan eksistensi thomas aquinas
  • eksistensi adlah

Advertisement
Filed under : Bikers Pintar, tags:

Incoming search terms:

  • pengertian eksistensi
  • eksistensi adalah
  • pengertian esensialisasi
  • pengertian eksistensi adalah
  • definisi eksistensi
  • arti istilah eksistensi
  • materi eksistensi
  • penjelasan tentang eksistensi
  • konsep esensi dan eksistensi thomas aquinas
  • eksistensi adlah