Advertisement

Suatu alat untuk me­rekam aktivitas listrik pada otak. Hasil rekamannya berupa grafik dan disebut elektroensefalogram (EEG). Dengan melalui elektrode, alat ini dapat merekam le­bih dari delapan area otak secara serentak. Elektrode yang ditempatkan pada kulit kepala itulah yang me­nangkap impuls-impuls listrik dari permukaan otak. Bila daerah otak yang akan direkam aktivitasnya ter­letak di sebelah dalam, jarum elektrode perlu dima­sukkan ke dalam bagian otak tersebut. Kegiatan otak ditangkap oleh elektrode-elektrode itu dan diteruskan ke elektroensefalograf dalam bentuk sinyal listrik. Sinyal ini kemudian ditampilkan pada layar tabung sinar katode atau dicetak di atas kertas. Dengan alat ini para ahli dapat memeriksa kegiatan otak manu­sia, terutama dalam rangka pemeriksaan kesehatan.

Alat ini pertama kali muncul berupa sebuah galva­nometer% yang diciptakan oleh seorang psikiater Jer­man, Hans Berger, pada sekitar tahun 1929. Sebetul­nya alat ini pada waktu itu dipakai untuk pemerik­saan aktivitas listrik pada jantung.

Advertisement

Elektroensefalograf dipakai sebagai alat bantu da­lam menentukan diagnosis penyakit dan dalam penelitian, selain untuk memantau perkembangan penya­kit. Dengan membaca EEG dapat diketahui adanya trauma, infeksi, perdarahan, tumor pada otak, dll.

Advertisement