Advertisement

Atau pendaran listrik, adalah proses terbentuknya cahaya dalam kristal- kristal tertentu karena pengubahan energi listrik yang disuplai dari suatu sumber energi arus searah atau arus bolak-balik. Cahaya itu terbentuk tanpa meningkat­nya suhu kristal itu dengan nyata. Berbagai teknik di­gunakan untuk menginduksi elektroluminesens. Ada dua macam gejala elektroluminesens, yang acak (tak- koheren) dan yang koheren seperti dalam pemancaran sinar laser.

Pada tahun 1907 fisikawan Inggris, H.J. Round, mengamati gejala pendaran bila ia melewatkan arus listrik pada kristal silikon karbida (SiC) dengan meng­gunakan elektrode runcing. O.V. Lossev, fisikawan Rusia, mempelajari lebih mendalam gejala pendaran listrik ini mulai tahun 1923.

Advertisement

Gejala ini dimanfaatkan dengan menggunakan kris­tal senyawa semikonduktor seperti galium arsenida (GaAs). Diode p—n kristal-tunggal yang terbuat dari galium arsenida menghasilkan radiasi inframerah- dekat dengan efisiensi 40 persen. Diode galium fosfi- da menghasilkan cahaya merah dengan efisiensi 7 per­sen, cahaya hijau dengan efisiensi 0,5 persen. Telah dapat dilakukan pendaran listrik dengan jangka pan­jang gelombang 630—30.000 milimeter dengan mem­pergunakan berbagai bahan semikonduktor.

Dalam elektroluminesens koheren, rekombinasi elektron— lubang berlangsung sefase dengan arus bolak-balik, jadi tidak acak. Demikian pula dihasil­kan radiasi inframerah-dalam berkas sempit berinten­sitas tinggi. Lihat Laser.

Diode elektroluminesens koheren maupun yang ti­dak koheren merupakan sumber cahaya berbentuk ti­tik yang digunakan untuk berbagai tujuan, yaitu ca­haya perintis {pilot light), komunikasi tampak- langsung seperti lampu inframerah untuk peranti teropong-malam, pemroses data optis-elektronis, pe­raga data alfanumerik, dan sistem jelajah.

Suatu cara lain adalah menggunakan bubuk mikro- kristal zink sulfida yang dikotori dengan tembaga. Bu­buk ini ditanam dalam resin yang bersifat isolator, ke­mudian ditaruh di antara sepasang lempeng konden­sator datar; salah satu lempeng berlubang-lubang se­hingga tembus pandang. Bila diberikan tegangan arus bolak-balik akan terpancar cahaya dua kali dalam satu siklus. Efisiensi sekitar 1 persen. Efek ini dimanfaat­kan untuk membuat sumber cahaya pipih dengan per­mukaan luas untuk panel lampu keamanan, instru­men, dan panel peraga.

Advertisement