Advertisement

Merupakan alat untuk menaikkan dan menurunkan muatan di antara tingkat-tingkat pada sebuah gedung bertingkat banyak. Di Indonesia alat ini lebih dikenal dengan kata Inggrisnya, lift.

Elevator komersial pertama dibuat pada tahun 1850. Elevator yang hanya dapat melayani dua ting­kat ini, tali penarik kotak elevatornya sering putus. Kemudian pada tahun 1852, Elisha Graves Otis me­ngembangkan sistem pengereman yang akan bekerja bila tali penarik kotak elevator putus. Sebenarnya, praktik menaikkan suatu beban dengan cara-cara me­kanik selama pembangunan sebuah gedung sudah ber­kembang pada jaman Romawi. Arsitek Romawi, Vi- truvius, pada abad ke-I SM membuat sebuah pang­gung yang dapat naik-turun dengan menggunakan ka­trol dan poros, atau kerekan, yang digerakkan tena­ga manusia, binatang, atau air. Ahli matematika bang­sa Yunani, Archimedes, juga telah menggambarkan suatu model elevator sekitar tahun 230 SM. Ciptaan- nya menggunakan katrol, tali, dan dapat mengang­kat satu orang.

Advertisement

Ditemukannya elevator sangat mempengaruhi per­kembangan pembangunan gedung-gedung pencakar langit. Para arsitek dapat bebas mendesain gedung pencakar langit karena pemakainya tidak perlu ber­jalan mendaki tangga untuk mencapai tingkat atas.

Elevator tersedia dalam beragam model, kapasitas, dan kecepatan bergerak. Pemilihannya sangat tergan­tung pada ukuran gedung, agar satu atau lebih eleva­tor yang besar dan cepat mampu melayani pemakai dan memberikan transportasi yang nyaman selama pe­riode sibuk.

Berdasarkan fungsinya, ada dua jenis elevator, ele­vator manusia dan elevator khusus barang. Elevator khusus barang biasanya terdapat di hotel-hotel atau kantor yang digunakan untuk membawa kopor, pi­ring, sampah, dan barang lainnya. Umumnya jenis ini mampu membawa beban sampai 45.000 kilogram. Elevator manusia berkapasitas 900 sampai 1.800 kilo­gram.

Elevator beroperasi secara otomatis, tetapi bebe­rapa di antaranya dijalankan oleh operator. Ketika pintu masih tertutup, orang yang akan masuk mene­kan tombol petunjuk arah naik atau turun di dinding sebelah luar elevator. Elevator yang berada di ting­kat lain akan bergerak menuju tempat itu. Setelah sampai, pintu elevator akan terbuka dan tertutup sen­diri secara otomatis sesudah semua orang masuk. Pe­numpang menekan tombol di dalam kotak elevator untuk nomor lantai yang akan dituju. Elevator ber­gerak dan selalu berhenti di lantai yang diinginkan oleh penumpang-penumpang di dalamnya.

 

Cara Kerja Elevator.

Berdasarkan cara kerjanya, ada dua jenis elevator, yaitu jenis hidraulis dan jenis traksi. Elevator hidraulis /nenggunakan sistem hidrau­lis, tempat sebuah pompa listrik menekan minyak di dalam tabung silinder. Di dalam tabung, sebuah to­rak bergerak naik dan turun mendorong sebuah ba­tang baja, tempat kotak elevator bertumpu. Kotak ele­vator dapat turun perlahan-lahan ketika katup minyak terbuka,” yang minyaknya mengalir ke dalam tangki penampung. Tabung silinder elevator hidraulis ini ber­kedudukan di bawah tanah dengan kedalaman sama dengan tinggi naiknya elevator sampai tingkat ter­atas gedung. Karena itu elevator ini umumnya hanya dipasang pada gedung bertingkat enam atau kurang, dengan kecepatan sekitar 15 sampai 50 meter pQr menit.

Elevator traksi adalah elevator yang digerakkan motor listrik melalui beberapa kabel baja. Motor lis­trik untuk elevator berkecepatan rendah umumnya menggunakan listrik arus bolak-balik, sedangkan yang berkecepatan lebih tinggi menggunakan arus searah. Ada dua macam elevator jenis ini, tanpa roda gigi dan dengan roda gigi.

Elevator traksi tanpa roda gigi menggunakan pa1ling sedikit tiga kabel baja untuk mengangkat dan me­nurunkan kotak elevator. Kabel-kabel baja itu dige­rakkan oleh sebuali motor listrik di bagian atas lorong elevator, melalui sebuah roda piringan. Ujung kabel baja terkait pada bagian atas kotak elevator meman­jang ke atas melintasi roda piringan, sedang ujung lainnya terkait di bandul pengimbang. Juga ada rang­kaian kabel baja kedua yang menghubungkan bagian bawah bandul pengimbang dan bagian bawah eleva­tor, melalui katrol di bagian bawah elevator. Bandul pengimbang yang berbobot sekitar 40 persen berat maksimum kotak elevator berfungsi mengimbangi be­ban kotak, sehingga tenaga motor listrik hanya di­gunakan untuk menggerakkan beban sisanya dan mengalahkan gesekan. Karena berkecepatan tinggi, umumnya lebih dari 150 meter per menit, elevator je­nis ini banyak dipakai pada gedung bertingkat 10 atau lebih.

Untuk memandu gerakan keduanya, bandul peng­imbang dan kotak elevator dilengkapi roda-roda yang berjalan di sepanjang rel yang menempel di dinding lorong. Sebuah kabel yang berisi rangkaian listrik un­tuk menggerakkan pintu, memutar kipas angin, me­nyalakan lampu, dan menghidupkan alat komunika­si, menghubungkan kotak elevator dan ruang kontrol

 

Elevator khusus yang memiliki dua kotak saling bertumpuk umumnya dipakai pada gedung- gedung bertingkat amat banyak. Jenis ini berfungsi untuk menambah kapasitas daya angkut sampai 50 persen sekali bergerak, tanpa memperbesar lorong. Para penumpang memasuki dua kotak elevator dari dua tingkat, umumnya dari lantai pertama dan lantai bawah tanah atau lantai antara (mezzanine). Pada se­tiap tingkat, elevator ini akan berhenti dua kali, pa­da kotak elevator bagian atas dan bagian bawah.

Elevator lain yang dipakai pada gedung bertingl at amat banyak adalah elevator berkecepatan tinggi. Ele­vator ini hanya berhenti pada beberapa tempat dalam satu gedung, biasanya di tingkat-tingkat utama. Pe­numpang yang akan pergi ke tingkat lain harus pin­dah ke elevator lokal. Elevator yang sedang populer di pusat-pusat perbelanjaan saat ini adalah elevator berdinding kaca, atau serat kaca transparan. Dalam elevator jenis ini penumpang bisa melihat ke luar dan sebaliknya, mereka terlihat dari luar.

 

Sejarah penciptaan.

Penciptaan berbagai model elevator mulai muncul di Amerika Serikat dan Inggris pada permulaan tahun 1800-an. Tahun 1840 banyak elevator barang digerakkan dengan sistem hidraulis dan mesin uap. Tetapi penggunaannya tidak lama ka­rena elevator hidraulis bergerak terlalu perlahan.

Elevator penumpang pertama kali dirancang oleh Elisha G. Otis dan dipakai pada tahun 1857. Eleva­tor ini menggunakan penggerak mesin uap. Elevator hidraulis yang menggunakan air dipakai untuk umum, pertama kali pada tahun 1878. Elevator listrik mulai berkembang pada tahun 1889. Pada tahun 1949 ele­vator otomatis mulai dipakai di gedung perkantoran di Dallas, Amerika Serikat. Elevator tercepat saat ini terdapat di John Hancock Center, gedung bertingkat 102 di Chicago; kecepatannya 550 meter per menit.

Elevator untuk umum yang digunakan di berbagai negara harus mematuhi beberapa peraturan. Sebagai contoh, peraturan yang dikeluarkan oleh ANSI (Ame­rican National Standard Institute) mencantumkan antara lain bahwa elevator harus memiliki pintu baja yang tahan api; dan harus berpintu rangkap, satu di dinding gedung dan lainnya pada kotak elevator, yang keduanya harus tertutup menjelang elevator bergerak. ^ Alat pengaman otomatis akan membuka pintu kem­bali jika ada orang yang terjepit di pintu. Rem akan menggigit rel penuntun dan menghentikan laju eleva­tor bila luncuran turunnya terlalu cepat.

Incoming search terms:

  • pengertian elevator
  • ###################
  • Elevator adalah
  • #############
  • pengertian lift
  • apa itu elevator
  • fungsi elevator
  • arti elevator
  • definisi elevator
  • apa yang dimaksud dengan elevator

Advertisement
Filed under : Bikers Pintar, tags:

Incoming search terms:

  • pengertian elevator
  • ###################
  • Elevator adalah
  • #############
  • pengertian lift
  • apa itu elevator
  • fungsi elevator
  • arti elevator
  • definisi elevator
  • apa yang dimaksud dengan elevator