PENGERTIAN ELONG

292 views

Mempunyai dua arti; pertama nyanyian dan kedua puisi Bugis yang setiap bait terdiri atas tiga baris. Ada berbagai jenis elong, di antaranya: (1) elong aruk, nyanyian yang dilantunkan pada waktu pe­nobatan raja (arung); (2) elong baweng, nyanyian penghibur berisikan cerita seekor burung bayan yang dirangkai dengan cerita lain. Jumlah baris dan suku katanya tidak menentu; (3) elong bissu, nyanyian yang berkaitan dengan peralatan pusaka milik kerajaan. Pemujaan yang disebut arajang dilakukan dengan menampilkan benda pusaka di muka umum sebelum upacara adat diiringi nyanyian yang dibawakan oleh seorang bissu, yaitu pendeta yang secara fisik adalah lelaki tetapi gerak-geriknya seperti wanita; (4) elong botting, nyanyian pengantin yang syairnya bersifat mitologi dan dinyanyikan pada malam pengantin; (5) elong lamenruranana, nyanyian tentang sejarah, do­ngeng, nasihat, yang ditampilkan secara jenaka; (6) elong mosongy lagu rakyat daerah Barru, nyanyian un­tuk memberikan semangat dalam pekerjaan gotong royong; (7) elong pappaseng, nyanyian tentang ting­kah laku dan adat istiadat; (8) elong royong, nyanyian sakral khusus untuk bayi agar mendapat kekuatan gaib. Nyanyian ini diberikan oleh seorang dukun (sahro) semenjak bayi lahir hingga berusia tujuh hari atau 40 hari; (9) elong sabo, nyanyian sakral daerah Kabupaten Pangkajene, Sulawesi Selatan, yang ber­isikan mantra untuk membujuk kebaikan dewata atau kekuatan gaib lain agar bersedia memberikan ke­kuatannya. Umumnya, nyanyian ini dibawakan pada upacara turun ke sawah, berziarah ke makam raja, dan upacara menolak malapetaka.

Incoming search terms:

  • PENGERTIAN ELONG

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *