PENGERTIAN EMAIL

39 views

Bahan berwarna mirip kaca yang di­lebur di atas permukaan benda-benda logam atau ke­ramik melalui proses pembakaran untuk menghasil­kan permukaan yang halus dan mengkilap.

Email sendiri termasuk kaca lunak. Bahan yang? hampir sebening kaca ini diperoleh dengan mengolah dan melelehkan pasir atau batu api (rijang), oksidas

timbel, dan soda (natrium karbonat) atau potas (ka­lium karbonat), secara bersama-sama. Bubuk kering email dicampur dengan air atau minyak sehingga men­jadi pasta atau cairan yang kemudian dilapiskan pa-

(permukaan logam dengan berbagai cara. Pada pro­se: akhir, benda itu dipanaskan dalam tungku sam­pai lapisan emailnya melekat pada logam. Email da­pat menempel di atas logam pada suhu sekitar 816°C. Oleh karena itu hanya logam yang tidak meleleh pa­da suhu setinggi ini yang dapat dilapisi, termasuk emas, perak, kuningan, dan tembaga. Email juga cu­kup sulit dilekatkan pada logam. Pada proses pema­duan, meski warna email tidak pudar, bisa terjadi retak-retak atau pengelupasan saat dilakukan proses pemanasan maupun pendinginan, karena koefisien muai email dan logam tidak sama. Karena itu biasa­nya email dilapiskan pada benda-benda dengan per­mukaan yang tidak terlalu luas.

Seni melapis benda dengan email sudah ada sejak jaman dulu. Kegiatan ini bertujuan untuk menghias benda logam atau untuk menghasilkan benda seni di atas permukaan logam. Selain itu, email juga meng­hasilkan lapisan padat yang melindungi permukaan alat dapur, perlengkapan kamar mandi, berbagai alat industri, dan lain-lain. Bahan ini dapat dibuat tem­bus cahaya, setengah tembus cahaya, sampai kedap cahaya, tergantung pada kadar oksida timah yang di­tambahkan ke dalamnya. Berbagai warna yang diha­silkan diperoleh dari paduan berbagai warna oksida logam ke dalam email. Warna yang terbaik dan pa­ling sering muncul adalah biru dan hijau turki.

Metode cloisonne dan champleve adalah dua cara terbaik dari lima cara yang lazim digunakan untuk me­lapis benda dengan email. Basse-taile, plique-a-jour, dan email cat, adalah tiga cara lainnya.

Cloisonne (terkotak-kotak) merupakan cara umum untuk melapisi emas (di negeri Barat) dan perunggu (di negeri Timur). Setelah disepuh, pita atau kawat logam dilekatkan pada permukaan logam (biasanya dengan patri), sehingga membentuk dinding yang membagi permukaan menjadi terkotak-kotak. Email kedap cahaya dilapiskan ke dalam kotak-kotak itu dan dipanaskan sampai email leleh. Proses ini diulang- ulang sampai seluruh bagian terisi email dan meng­hasilkan permukaan yang rata dengan permukaan ka­wat logam itu. Kadang-kadang email itu dipoles sam­pai kawatnya tepat tampak.

Champleve (bidang yang diangkat) adalah cara me­lapis email di atas logam tidak mulia, umumnya tem­baga. Permukaan logam digali atau dietsa hingga membentuk lubang-lubang dangkal. Kemudian lu­bang-lubang ini diisi email yang tidak tembus cahaya. Proses selanjutnya mirip dengan proses cloisonne.

Basse-taile (potongan rendah) adalah proses pela­pisan email setengah tembus cahaya; emailnya sama jenisnya dengan email pada proses champleve. Pro­ses ini dipakai untuk melapisi emas dan perak. Per­mukaan logamnya diukir sampai diperoleh kedalaman yang diperlukan. Kemudian permukaan yang tidak ra­ta ini dilapisi email buram sehingga menghasilkan per­mukaan dengan variasi gelap-terang. Gelap terang ini tergantung pada ketebalan lapisan email. Teknik ini dapat menghasilkan permukaan dengan keanekara­gaman cahaya, warna, dan rona.

Plique-a-jour (anyaman terbuka) menggunakan jenis email yang sama dengan proses cloisonne. Email ini dibuat dari jalinan kawat yang lubang-lubangnya diisi dengan email. Sehingga diperoleh semacam ka­ca warna-warni. Email ini sangat disukaj pada jaman Abad Pertengahan dan Renaisans.

Email cat hampir menyerupai minyak. Email ini mampu menghasilkan warna-warna dengan permuka­an yang rata. Proses ini meliputi penggambaran de­sain di atas benda-benda logam dengan email, yang ketika dibakar, desain-desain itu menjadi bentuk per­manen. Metode ini berkembang di Inggris selama abad ke-18 dan awal abad ke-19. Banyak kotak perhiasan atau kotak tembakau dengan permukaan cat email yang sangat indah dihasilkan melalui proses ini.

 

Sejarah.

Meskipun teknik pengerjaan logam dan pembuatan kaca sudah ditemukan pada masa Mesir dan Mesopotamia kuno, proses pelapisan logam de­ngan email belum ditemukan saat itu. Dari sisa-sisa situs kuno, dapat dikatakan pembuatan email pertama kali mungkin adalah yang ditemukan pada peninggal­an dari abad ke-13 SM, di Yunani, Kreta, dan Siprus. Proses pembuatan email menghilang bersamaan de­ngan mundurnya peradaban Yunani kuno.

Pembuatan email berkembang kembali pada abad ke-7 SM di Sarmatian, Rusia. Hingga mencapai pun­caknya sebagai seni dekorasi pada masa Kerajaan Bi- zantium, abad ke-3. Proses pelapisan benda logam ini kemudian berkembang ke hampir seluruh penjuru du­nia. Kebudayaan islam juga mengenalnya dan mung­kin berasal dari masa Aleksander Agung. Di Jepang, proses pembuatan email ditemukan dari masa peme­rintahan Asuka, yang dimulai pada abad ke-6 M. Abad ke-18 dan ke-19 pembuatan email juga masuk ke Persia dan India. Di Cina, email berkembang dan mencapai puncaknya pada masa Dinasti Ming. Saat ini, proses pelapisan email semakin mudah dilakukan, karena era industrialisasi membuat bahan-bahan dan peralatan proses ini mudah didapat.

Incoming search terms:

  • pengertian kawat email
  • kaeat email adalah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *