Advertisement

Dalam arsitektur klasik, adalah ba­gian konstruksi mendatar sebuah bangunan di atas ko­lom dan di bawah atap, yang membentuk bagian ter­atas sebuah bangunan. Entablatur juga bisa dipasang pada suatu pilaster (kolom penguat dinding) atau di dinding. Entablatur pada umumnya tersusun atas ti­ga bagian, yaitu architrave di bagian bawah, tengah, dan cornice di atas. Tinggi sebuah entablatur biasanya seperempat atau seperlima tinggi kolom. Se­cara keseluruhan, proporsi sebuah entablatur dapat dibagi menjadi sepuluh bagian, tiga bagian adalah architrave, tiga bagian frieze, dan empat bagian cor­nice. Kecuali pada gaya Dorik dan Tuscan, di mana entablatur dibagi menjadi delapan bagian, dua bagian adalah architrave, dua bagian frieze, dan tiga bagian cornice. Sejak bangunan batu bangsa Yunani berkembang dari struktur kayu, banyak bagian entablatur yang berasal dari kayu. Ujung-ujung balok silang (perte­muan kolom dan balok mendatar) menjadi triglyph dan tempat kosong di antaranya menjadi metope. Pasak konstruksi kayu yang kelihatan terbuat dari ba­tu disebut guttae. Di bagian tengah entablatur, triglyph dipusatkan di atas kolom-kolom dan ruang utama. Te­tapi di sudut-sudut bangunan, terjadi pergeseran di mana triglif terakhir menjadi ujung frieze.

Advertisement
Advertisement