Advertisement

Suatu obat untuk menyembuh­kan penyakit disentri ameba. Masyarakat Indonesia mengenal obat ini sebagai pil Ciba karena pemegang paten untuk obat ini adalah perusahaan farmasi CIBA. Akibat promosi besar-besaran di TVRI pada tahun 1970-an, masyarakat Indonesia mengira bah­wa enterovioform dapat menyembuhkan segala ma­cam penyakit diare dan keluhan sakit perut. Hal ini merupakan suatu kesalahan pengertian yang besar, se­bab diare dan sakit perut dapat disebabkan oleh ber* bagai hal, dan infeksi oleh ameba hanya merupakan salah satu penyebabnya. Lagi pula sebagian besar diare di Indonesia tidak disebabkan oleh bakteri atau ameba. Vioform hanya membunuh ameba, itupiu. ha­nya bila vioform diberikan dalam jumlah yang cukup untuk membunuh ameba tersebut. Untuk maksud ini seharusnya pemberian vioform dilakukan oleh seorang dokter, sehingga penyakitnya benar-benar terobati dan tidak hanya gejalanya yang hilang.

Salah satu efek samping enterovioform ialah tim­bulnya SMON (Subacute Myelo-optic Neuropathy), yaitu kerusakan saraf mata, yang antara lain dapat menyebabkan kebutaan. Di Jepang dan beberapa ne­geri Eropa peredaran obat ini telah dilarang sejak la­ma. Di Indonesia, enterovioform masih beredar de­ngan pengawasan ketat, dan kini tidak boleh dijual bebas.

Advertisement

Incoming search terms:

  • pil ciba

Advertisement
Filed under : Bikers Pintar, tags:

Incoming search terms:

  • pil ciba