Advertisement

Salah satu cabang zoologi yang mempelajari semua aspek kehidupan serangga. Pakar yang khusus menekuni bidang ini disebut entomolog. Serangga dikelompokkan ke dalam kelas Insekta. Ke­las yang terdiri atas sekitar 700.000 jenis ini merupa­kan kelas terbesar dari Dunia Hewan.

Serangga berperanan di dalam kehidupan manusia, di antaranya sebagai pesaing di bidang sandang, pan­gan, ekonomi, maupun kesehatan. Sebagai contoh, selama tahun 1925 sampai 1958, jangkrik memusnah­kan panen pertanian seharga lebih kurang 800 juta dolar Amerika, sedangkan di Amerika Serikat per tahunnya hilang sekitar 275 juta dolar Amerika dari perkebunan kapasnya. Sebaliknya, beberapa serang­ga berperanan penting dalam proses penyerbukap, umpamanya lebah, kupu-kupu, dan kumbang. Di bi­dang kesehatan, beberapa serangga seperti nyamuk, dan lalat merupakan sumber penyakit yang telah mengambil nyawa yang tidak sedikit. Peranannya yang besar dalam kehidupan manusia menyebabkan disiplin ilmu ini berkembang dengan pesat. Dengan tekun pakar entomologi mempelajari serangga, baik yang memberi keuntungan bagi manusia maupun yang merugikan.

Advertisement

Cabang-cabang Ilmu dalam entomologi mencakup antara lain anatomi, fisiologi, tingkah laku, dan sis­tematik. Entomologi kedokteran dan entomologi hu­tan merupakan contoh cabang entomologi terapan.

Anatomi. Struktur anatomi serangga sudah banyak dipelajari pada awal perkembangannya. Namun de­ngan ditemukannya mikroskop elektron yang mem­punyai pembesaran sampai 300.000 kali pada tahun 1939, pakar entomologi mulai mempelajarinya kem- bali dengan lebih teliti dan saksama.

Fisiologi. Cabang ilmu ini baru berkembang pada tahun 1934 dengan dipublikasikannya Insect Physio­logy. Buku yang ditulis oleh Vincent B. Wiggles worth, seorang pakar entomologi dari Inggris, ini telah mem­beri ilham bagi pakar lain untuk mengadakan peneli­tian lebih lanjut di bidang fisiologi. Akhirnya pada tahun 1950-an ditemukan suatu teknik mikrokimia yang melicinkan jalan penelitian laboratorium di bi­dang fisiologi serangga.

Tingkah Laku. Cabang ilmu yang merupakan anak cabang fisiologi ini mulai membuat langkah besar di tahun 1950-an. Sebenarnya Jean Henry Fabre, seorang pakar entomologi Perancis telah menulis tentang ting­kah laku beberapa serangga pada akhir abad ke-19. Dengan bertambahnya ilmu pengetahuan teknologi di bidang fisiologi dan biokimia, perilaku berkembang menjadi anak cabang ilmu yang bebas.

Sistematika. Pada tahun 1908, Anton Handlirsch dari Austria mempublikasikan dalil tentang fosil dan filogeni serangga. Di bidang taksonomi, ribuan jenis serangga mulai diklasifikasikan berdasarkan hubung­an kekerabatannya.

Entomologi Kedokteran. Serangga dan binatang berkaki dan beruas lainnya yang mempunyai hubung­an dengan ilmu kedokteran dipelajari dalam bidang ilmu ini. Selain itu juga dipelajari sistematika dasar, morfologi, lingkaran hidup, dan peranan Arthropoda (terutama serangga) terhadap kesehatan manusia. De­mikian pula tentang pengertian insektisida dan resis­tensi serangga terhadap insektisida, serta berbagai ma­cam cara pengendalian dan pemberantasan serangga.

Sejak awal abad ke-19 para ilmuwan sudah men­curigai bahwa serangga menjadi vektor berbagai pe­nyakit. Kecurigaan ini dibuktikan oleh dokter Inggris bernama Patrick Manson pada tahun 1879. Dokter ini menemukan bahwa nyamuk di Cina Selatan me­rupakan vektor penyakit kaki gajah. Setelah ini ba­nyak penemuan-penemuan baru yang menunjukkan hubungan antara serangga dan penyakit, misalnya antara malaria dan nyamuk Anopheles. Penemuan ini menjadi dasar berkembangnya cabang ilmu entomo­logi kedokteran.

Entomologi Hutan. Dalam bidang ini dipelajari pe­ranan serangga di dalam hutan, baik yang membawa kerusakan pada ekosistem hutan maupun yang meng­untungkan bagi hutan tersebut. Ilmuwan entomologi hutan mempelajari kerusakan hutan akibat serangan serangga dengan tujuan untuk menemukan cara yang paling baik dalam mengendalikan serangan serangga tersebut tanpa menimbulkan efek negatif terhadap populasi organisme yang lain.

 

Sejarah.

Catatan yang ditinggalkan pakar Yunani Kuno tentang serangga sangat sedikit. Hal ini mung­kin dikarenakan ukurannya yang kedi. Karena itu entomologi sebagai disiplin ilmu mulai berkembang di abad ke-17.

Tahun 1667 merupakan awal entomologi modern. Pada tahun itu Francesco Redi menggunakan serangga sebagai organisme eksperimennya untuk membukti­kan teori generatio spontanea atau abiogenesis. Pada tahun 1668, Marcello Malpighi dan J an Swammerdam untuk pertama kalinya mempublikasikan struktur anatomi serangga. Abad berikutnya, pakar entomb logi Jerman mempublikasikan hasil penelitiannya tentang daur hidup, habitat, dan sifat-sifat beberapa jenis serangga. Sejak ditemukannya tata nama oleh Cari Linnaeus pada tahun 1750-an, entomologi sebagai sa­lah satu disiplin ilmu biologi makin berkembang. Setelah itu, seorang pakar Denmark bernama Johan Fabricius berhasil meletakkan dasar-dasar yang penting dalam mempelajari entomologi di seluruh dunia.

Incoming search terms:

  • pengertian entomologi
  • entomologi
  • entomologi adalah
  • arti entomologi
  • Apa itu entomologi
  • definisi entomologi
  • apa yang dimaksud dengan entomologi
  • ilmu entomologi
  • contoh entomologi
  • pengertian dari entomologi

Advertisement
Filed under : Bikers Pintar, tags:

Incoming search terms:

  • pengertian entomologi
  • entomologi
  • entomologi adalah
  • arti entomologi
  • Apa itu entomologi
  • definisi entomologi
  • apa yang dimaksud dengan entomologi
  • ilmu entomologi
  • contoh entomologi
  • pengertian dari entomologi