PENGERTIAN ETIOLOGI GANGGUAN BERHITUNG – Terdapat tiga subtipe gangguan berhitung yang diajukan oleh para ahli (Geary, 1993). Subtipe pertama menyangkut kelemahan mernort verbal semantik (memori mengenai arti kata-kata) dan memicu timbulnya masalah dalam mengingat fakta-fakta aritmetik, bahkan setelah melalui latihan ekstensif. Tipe gangguan berhitung ini tampaknya berhubungan dengan beberapa disfungsi pada belahan kiri otak dan sering kali terjadi bersamaan dengan gangguan membaca.

Tipe kedua subtipe gangguan berhitung menyangkut penggunaan strategi yang tidak sesuai dengan tahap perkembangan dalam menyelesaikan soal-soal aritmetik dan seringnya melakukan kesalahan dalam menyelesaikan soal-soal sederhana. Contohnya, bila anak-anak kelas 1 yang mengalami gangguan dalam subtipe ini diminta untuk menjumlahkan 3 dan 4, pertama-tama mereka menghitung sampai 3 dengan jari mereka, kemudian menghitung lagi sejumlah 4. Secara kontras, anak-anak seusia yang memiliki kemampuan yang lebih normal dalam matematika memulai dengan menunjukkan 4 jari (tanpa menghitungnya), kemudian menghitung lagi sejumlah 3 dengan jari. Belum ada bukti-bukti yang diperoleh mengenai etiologi tipe disabilitas ini, yang tampaknya menyangkut keterlambatan perkembangan dan umumnya membaik seiring pertambahan usia.

Terakhir, subtipe ketiga yang jarang terjadi dalam gangguan berhitung tampaknya menyangkut hendaya keterampilan visuospasial, yang mengakibatkan kesalahan dalam mengurutkan angka-angka dalam kolom atau melakukan kesalahan penempatan ang-ka (meletakkan poin desimal di tempat yang salah). Tipe gangguan ini memiliki kemungkinan kecil berhubungan dengan gangguan membaca daripada subtipe memori semantik.

Meskipun belum dilakukan studi mengenai faktor keturunan dalam gangguan berhitung, terdapat bukti-bukti mengenai beberapa komponen genetik dalam variasi individual dalam keterampilan berhitung. Secara khusus, tipe disabilitas berhitung yang menyangkut hendaya memori semantik merupakan tipe yang paling mungkin diturunkan. Sebuah studi terhadap lebih dari 250 orang kembar yang dilakukan melalui Colorado Learning Disabilities Research Center menunjukkan bahwa faktor-faktor genetik yang sama mendasari kelemahan membaca dan berhitung pada anak-anak yang mengalami kedua gangguan tersebut.

Filed under : Bikers Pintar,