PENGERTIAN ETIOLOGI GANGGUAN KEPRIBADIAN NARSISISTIK -Diagnosis gangguan kepribadian narsisistik bermula dalam berbagai artikel psikoanalisis modern. Banyak ahli klinis yang berorientasi psikoanalisis menganggapnya sebagai produk era dan sistem nilai masa kini. Orang yang mengalami gangguan ini dari luar tampak memiliki perasaan luar biasa akan pentingnya dirinya, sepenuhnya terserap ke dalam dirinya sendiri, dan fantasi tentang keberhasilan tanpa batas, namun, demikian diteorikan, karakteristik tersebut merupakan topeng bagi harga dirinya yang sangat rapuh.

Orang yang menjadi sentral dalam minat terhadap narsisisme di era kontemporer adalah Heinz Kohut, yang dua bukunya, The Analysis of the Self (1971) dan The Restoration of the Self (1977), telah menciptakan suatu varian psikoanalisis yang dikenal sebagai self-psychology. Menurut Kohut, diri muncul di awal kehidupan sebagai suatu struktur bipolar dengan grandiosa yang tidak matang di satu kutub dan idealisasi berlebihan terhadap orang lain yang bersifat tergantung di kutub lainnya. Kegagalan untuk mengembangkan harga diri yang sehat terjadi bila orang tua tidak merespons dengan baik kompetensi yang ditunjukkan anak-anak mereka; yaitu, si anak tidak dihargai berdasarkan makna dirinya sendiri, namun dihargai sebagai alat untuk membangun harga diri orang tua.

Bila orang tua merespons anaknya dengan penghargaan, kehangatan, dan empati, mereka menumbuhkan rasa makna diri yang normal dan harga diri yang sehat pada si anak. Namun, bila orang tua memenuhi kebutuhan mereka sendiri dan bukannya secara langsung menghargai anak mereka, akibatnya, menurut Kohut, dapat berupa terbentuknya kepribadian narsisistik.

Seorang gadis hecil pulang dari seholahnya, sangat ingin menceritahan hepada ibunya mengenai beberapa heberhasilan besar. Namun, sang ibu, alih-alih mendengarhan dengan rasa bangga, mengalihhan percahapan si anah he dirinya sendiri (dan) mulai bercerita tentang heberhasilannya sendiri yang menutupi heberhasilan gadis hecilnya.

Anak-anak yang diabaikan dengan cara ini tidak mengembangkan harga diri yang terinternalisasi dan sehat serta sulit menerima berbagai kekurangan mereka. Mereka berkembang menjadi orang dengan kepribadian narsisistik, berjuang untuk melambungkan rasa diri mereka dengan mengejar cinta dan penghargaan dari orang lain tanpa henti.

Filed under : Bikers Pintar,