PENGERTIAN ETNOSAINS ADALAH – Paradigma ini juga disebut “antropologi kognitif” atau “etnografi baru”. Paradigma ini dikembangkan di Amerika Serikat pada tahun 1950-an dan 1960-an sebagai strategi penelitian untuk mengidentifikasi aturan-aturan kebudayaan yang implisit yang melandasi perilaku (lihat juga Tyler, 1969). Perspektif teoretis mendasar dari paradigma tersebut terkandung dalam konsep analisis komponensial, yang mengemukakan bahwa komponen kategori-kategori kebudayaan (dari warna, seni, hewan, tumbuh-tumbuhan, alam supranatural, dan lain-lain) dapat dianalisis dalam konteksnya sendiri untuk melihat bagaimana kebudayaan menstrukturkan lapangan kognisi (asumsi bahwasanya struktur kognitif dari kebudayaan-kebudayaan itu berbeda dan akhirnya tidak dapat di-terjemahkan). Arsitek utama dari paradigma ini meliputi Harold Conklin (1955; 1969), Ward Goodenough (1956), dan Charles Frake (1964a; 1969). Dalam bukunya, Cultural Materialism, Harris (1979: 265-268) menun-jukkan kekurangan teoretis dari etnosains itu.

Filed under : Bikers Pintar,