Advertisement

Dalam bahasa Yunani Eucleides, ada­lah matematikawan Yunani terbesar dalam jaman Romawi-Yunani yang diperkirakan hidup 300 tahun sebelum Masehi. Karya besarnya, Elemen (13 buku), tentang dasar-dasar geometri, membuat Euklides se­ring disebut “Bapak Geometri”.

Euklides diketahui mengajar di sebuah sekolah yang didirikannya sendiri di Aleksandria semasa pemerin­tahan Raja Ptolemeus (Mesir, 323-285 SM). Nama­nya sering tertukar dengan filsuf Euklides dari Megara sehingga sering menyulitkan para penerjemah dan penyunting di Abad Pertengahan. Sedikit kegiatan Euklides semasa hidupnya terekam dalam kisah yang ditulis oleh Proclus, juga seorang filsuf Yunani. Proclus antara lain mengisahkan jawaban Euklides atas pertanyaan Ptolemeus dan salah seorang muridnya mengenai faedah mempelajari Elemen.

Advertisement

Euklides menggunakan berbagai karya para ilmu­wan sebelumnya sebagai sumber penulisan Elemen. Dapat dipastikan bahwa ia memakai subjek materi yang  sama dengan para ilmuwan itu, namun gaya pe­nyusunannya khas. Euklides di sana-sini mengubah susunan penulisannya sambil menambahkan bebera­pa proposisi, kemudian menggantikan pembuktian-pembuktian lama yang sudah tidak bisa diterapkan lagi dengan pembuktian-pembuktian baru. Menurut Proclus, Euklides merangkum karya-karya Eudoxus dan Theaetetus sebagai inti dari Elemen, yakni buku V dan XII (Eudoxus) dan buku X dan XIII (Theae­tetus).

Elemen berpengaruh sangat luas. Beberapa pemi­kir besar bangsa Arab, seperti al-Hajjaj, Harun ar-Rashid, al-Ma’Mun, serta Hunayn ibnu Ishaq mener­jemahkannya selama Abad Pertengahan. Hingga abad ke-20 pun geometri yang dibawakan oleh Elemen ma­sih diajarkan.

Advertisement