Advertisement

Dari kata Yunani eu, baii an tha natos, kematian, berarti tindakan mengakhiri dengan sengaja kehidupan seseorang agar terbebaskan dari kesengsaraan yang diderita. Eutanasia biasanya dilaku­kan terhadap penderita penyakit yang sebenarnya su­dah tidak mempunyai harapan sembuh. Sering kali penderita itu masih dapat bertahan hidup (dalam pe­ngertian medis, masih ada denyut jantung dan per­napasan) dengan bantuan bermacam-macam peralat­an, namun telah lama tak sadar.

Mematikan berdasarkan rasa belas-kasihan ini da­pat dilakukan oleh kemauan penderita sendiri atau oleh orang lain. Kadang kala, secara lebih luas euta­nasia diartikan sebagai mematikan seseorang, kare­na dianggap hidupnya sudah tidak begitu bermanfaat lagi. Bagi sementara orang, eutanasia lebih dapat di­artikan sebagai “mempersembahkan kematian” dari­pada “mengambil kehidupan”. Pengambilan jiwa itu dilakukan tanpa rasa nyeri.

Advertisement

Status hukum eutanasia berbeda-beda di setiap ne­gara. Amerika Serikat menganggap bahwa eutanasia merupakan tindak kejahatan. Bila pasien yang mela­kukannya, tindakan ini dianggap tindakan bunuh di­ri atau percobaan bunuh diri. Orang lain yang mem­bantu atau melakukan eutanasia dituduh sebagai pem­bunuh. Dengan interpretasi hukum yang paling libe­ral pun, di negara ini tindakan eutanasia tidak dibe­dakan dengan pembunuhan manusia yang dapat di­hukum seumur hidup. Demikian pula di Indonesia, eutanasia merupakan suatu tindakan yang tidak le­gal secara hukum.

Di beberapa negara Eropa, telah timbul gerakan- gerakan pembaharuan yang bertujuan mengubah tin­jauan hukum terhadap pelaku dan latar belakang tin­dakan eutanasia ini. Di sini motif “Sang Pembunuh” menjadi unsur utama dalam menentukan klasifikasi kriminalitasnya. Hukum pidana Swis dan Jerman yang baru tidak menganggap eutanasia sebagai pem­bunuhan, dan pembunuhnya tidak dihukum sebagai pembunuh manusia. Hukum Norwegia menganggap eutanasia sebagai tindak kejahatan khusus, yang hu­kumnya ditetapkan berdasarkan pertimbangan tersen­diri. Mungkin hanya undang-undang Uruguay yang secara khusus membebaskan pelaku eutanasia sepe­nuhnya.

 

Masalah Etika Kedokteran.

Eutanasia menimbul­kan suatu paradoks di dalam kode etik kedokteran karena menimbulkan kontradiksi di dalam sumpah Hipokrates, yang menjadi pegangan etik profesi ke­dokteran. Sumpah ini mencakup janji untuk meng­hilangkan penderitaan dan janji untuk memperpan­jang serta melindungi kehidupan. Kalau pasien ber­ada dalam stadium akhir suatu penyakit yang mema­tikan dan mengalami kenyerian yang sangat, maka memperpanjang kehidupan berarti melanggar janji un- tuk menghilangkan raisa sakit. Sebaliknya, tindakan menghilangkan rasa nyeri dengan membunuh berarti melanggar sumpah untuk memperpanjang dan melin­dungi kehidupan. Pada abad ke-20, beberapa pihak menghadapi dilema ini dengan pendekatan filsafat eksistensialis. Peranan dokter dalam pelaksanaan eutanasia dijelaskan melalui “efek ganda”, yang pa­da mulanya dikembangkan oleh teologi Katolik Abad Pertengahan. Prinsip ini berpendirian bahwa tindak­an yang mengandung efek primer menghilangkan pen­deritaan dapat dibenarkan secara etis, sekalipun tin­dakan tersebut mengandung efek sekunder menyebab­kan kematian.

 

Usaha Melegalkan Eutanasia.

Pernah ada dua organisasi yang secara terang-terangan mendukung le­galisasi eutanasia, yaitu Voluntary Euthanasia Lega­lization Society yang didirikan di Inggris, serta Eutha­nasia Society of America yang didirikan tiga tahun ke­mudian di Amerika Serikat. Pada saat lahirnya, ke­dua organisasi tersebut membuat usulan untuk mele­galkan eutanasia dengan syarat-syarat yang tegas dan langsung mengandung perlindungan terhadap usaha pembunuhan yang disengaja, kecurangan, dan tindak­an tergesa-gesa yang tidak semestinya. Rancangan undang-undang yang diajukan ke parlemen Inggris ga­gal mendapat pengukuhan. Dua usulan dari Amerika Serikat yang diajukan ke badan legislatif negara ba­gian Nebraska dan New York juga ditentang mati- matian.

Incoming search terms:

  • Eutanasia
  • pengertian eutanasia
  • pengertian euthanasia
  • arti eutanasia
  • eutanasia adalah
  • Pengetian kekerasan budaya
  • eutanasia definisi
  • apa arti Euthanasia
  • arti euthan
  • eutanasi

Advertisement
Filed under : Bikers Pintar, tags:

Incoming search terms:

  • Eutanasia
  • pengertian eutanasia
  • pengertian euthanasia
  • arti eutanasia
  • eutanasia adalah
  • Pengetian kekerasan budaya
  • eutanasia definisi
  • apa arti Euthanasia
  • arti euthan
  • eutanasi