PENGERTIAN EVALUASI TERAPI GESTALT – Hanya sedikit studi yang berupaya meneliti aspek-aspek terapi Gestalt, khususnya, teknik kursi kosong. Dalam sebuah studi analogi terhadap para mahasiswa prasarjana, Conoley dan para koleganya menemukan bahwa kemarahan yang dirating oleh diri sendiri berkurang setelah melakukan teknik kursi kosong selama 20 menit. Greenberg dan Rice melaporkan bahwa teknik tersebut meningkatkan kesadaran dan ekspresi emosional, dan Clarke dan Greenberg menemukan teknik tersebut lebih baik dari teknik penyelesaian masalah dalam membantu seseorang mengambil keputusan. Meskipun demikian, secara keseluruhan hampir tidak ada penelitian terkendali mengenai terapi ini dan berbagai pendekatan humanistik dan eksistensial lainnya (kecuali terapi berpusat pada klien).

Semua terapi dapat disalahgunakan. Tidak terkecuali terapi Gestalt, dan terapi ini dapat memiliki beberapa masalah tersendiri. Tidak sulit, bahkan bagi orang yang masih dalam masa pelatihan dengan pengalaman minimum, untuk membuat klien mengekspresikan perasaan yang kuat. Beberapa teknik Gestalt dapat sangat berdaya untuk membuat orang menjadi terbuka sehingga klien dapat terluka tanpa sengaja. Kekuatan kepribadian Perls dan gaya konfrontasionalnya memicu beberapa terapis untuk menirunya tanpa pengetahuan, keterampilan, dan kepedulian yang tampaknya dimiliki Perls dalam kadar yang luar biasa besarnya. Terapis Gestalt yang bertanggung jawab adalah seorang profesional yang mengedepankan kepentingan klien dan yang memahami bahwa ekspresi emosi yang kuat itu sendiri tidak cukup untuk mengurangi penderitaan individu. Karakteristik terapi Gestalt dan fakta bahwa sebuah kelompok yang didasari kenangan terhadap Fritz Perls telah berkembang menjadi alasan agar para terapis Gestalt yang berpraktik harus berupaya untuk lebih berhati-hati dan rendah hati.

Filed under : Bikers Pintar,