PENGERTIAN EVOLUSI PARALEL, KONVERGEN DAN DIVERGEN

36 views

PENGERTIAN EVOLUSI PARALEL, KONVERGEN DAN DIVERGEN – Evolusi sosiokultural bukanlah proses tunggal, unitary, yang terjadi dengan cara yang sama pada seluruh masyarakat. Sebagaimana evolusi biologis, evolusi sosiokultural mempunyai karakter “ganda” (Sahlins, 1960). Pada satu sisi, ia merupakan proses yang meliputi transformasi menyeluruh pada masya-rakat manusia. Ia memperlihatkan suatu karakter umum dan pola terarah dalam semua masyarakat yang mengalaminya. Proses ini biasanya dikenal dengan evolusi umum (general evolution) (Sahlins, 1960). Di sisi lain, evolusi sosiokultural memperlihatkan diversifikasi adaptif yang mengikuti banyak garis yang berbeda-beda dalam banyak masyarakat. Rincian-rincian spesifik dari perubahan evolusioner umumnya berbeda dari satu masyarakat dengan masyarakat yang lain. Pola perub ahan ini secara tipikal disebut evolusi Spesifik (Spesific Evolution) (Sahlins, 1960).

Pembedaan ini dapat lebih diperjelas dengan memperkenalkan tiga konsep tambahan: evolusi paralel, konvergen dan divergen (Harris, 1968). Evolusi paralel terjadi apabila dua atau lebih masyarakat berkembang dengan cara yang sama dan pada tingkat yang pada dasarnya sama. Sebagai contoh, mulai sekitar 10.000 tahun yang lalu komunitas-komunitas manusia di berbagai wilayah dunia secara independen mulai memelihara tanaman dan binatang serta menopang hidup mereka lebih dengan bertani daripada meramu dan berburu. Penerapan pertanian dalam berbagai komunitas ini menimbulkan perubahan-perubahan yang sangat serupa dalam seluruh pola sosiokulturalnya. Evolusi Konvergen terjadi ketika berbagai masyarakat yang semula berbedaberkembang dengan cara yang membuat mereka semakin serupa. Amerika Serikat dan Jepang, misalnya, telah berkembang mengikuti garis konvergen dalam seratus tahun yang lalu. Evolusi divergen terjadi ketika berbagai masyarakat yang semula sama berkembang mengikuti garis yang semakin berbeda. Contoh paling baik untuk gejala ini adalah hasil dari perbandingan antara Jepang dan Indonesia (Gerzt, 1963). Kedua masyarakat ini sangat serupa pada awal abad xvii, tetapi sekarang keduanya sangat berbeda: Jepang adalah bangsa industrial modern dengan standard hidup yang tinggi, sementara Indonesia adalah negara miskin dan terbelakang. (Beberapa alasan untuk divergensi antara Jepang dan Indonesia akan dikemukakan pada Bab 9).

Bentuk-bentuk evolusi ini membentuk cara dasar, dengan mana trans-formasi evolusioner telah terjadi sepanjang sejarah manusia, dan berbagai upaya sosial-ilmiah dilakukan untuk mengkajinya. Namun, bukti yang kuat menunjukkan bahwa evolusi paralel dan konvergen merupakan gambaran yang lebih dominan dalam sej arah manusia ketimbang evolusi divergen (Harris, 1968). Karena itu, buku ini memberikan penekanan penting kepada paralelisme dan konvergensi, dan pada saat yang sama tidak mengabaikan akibat-akibat divergennya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *