PENGERTIAN EVOLUSIONISME DAN ANALOGI ORGANIK STIUKTURAL-RUNGSIONALISME ADALAH – Radcliffe-Brown berulang kali mengatakan bahwa antropologi memiliki dua titik awal dalam perkembangannya. Titik awal pertama berakar pada pemikiran evolusi sekitar tahun 1870 an, sedangkan titik awal yang kedua adalah setelah Montesquiei mencrbitkan karyanya, Spirit of the Laws (1748) di Perancis, hampir seabad sebclum titik awal pertama. Khususnya tentang titik awal pertama, tradisi sosiologi waktu itu sangat menghargai gagasan bahwa masyarakat itu terstruktur secara sistematik, dan bahwa strukturnya merupakan kajian yang tepat dari disiplin tersebut, atau yang kini disebut sebagai ilmu-ilmu sosial. Selain itu, sekurang-kurangnya seperti yang disebut Comte, bahwa sasaran penelitian disiplin ini menyerupai organisme biologi, yang bekerja sebagai suatu kesatuan sebagai sistem yang berfungsi. Tokoh evolusionis, khususnya Herbert Spencer (orang Inggris yang’menganut tradisi Perancis) memandang transformasi tipe masyarakat sebagai titik fokus bagi penelitian. Spencer berargumen bahwa suatu ilmu pengetahuan mengenai masyarakat berlandaskan pada ilmu mengenai kehidupan (biologi), dan mengemukakan bahwa pemikiran evolusionis dan pemikiran Darwin sebagai cara berpikir yang tepat. Spencer memandang masyarakat sebagai proses yang melalui tahap-tahap analog seperti masa bayi, kanak-kanak, remaja, dewasa, setengah baya, dan lanjut usia. Spencer, dan juga Durkheim, memandang masyarakat sebagai komponen-komponen yang terjalin satu sama lain, yang masing-masing komponen menjalankan fungsinya. Bahkan sebagian difusionis turut menganut cara berpikir ini. Gagasan yang terkenal dalam antropologi, diakronik, dan sinkronik, analog pula dengan evolusionisme dan difusionisme (Applebaum, 1987; Garbarino, 1984).

Perspektif fungsionalis awal itu sendiri ditransformasikan pada awal abad ke-20, sebagian oleh Durkheim dalam kajiannya yang lebih sinkro-nik, tetapi dimantapkan oleh Radclifffe-Brown. Yang menarik adalah baik Durkheim maupun Radcliffe-Brown tidak menolak pentingnya evolusi, meskipun mereka terkenal sebagai tokoh-tokoh yang memusatkan perhatian pada masyarakat masa kini. Ini sekali lagi menunjukkan pentingnya untuk tidak berpikir linear atau kronologis dalam mempelajari teori-teori antropologi dalam perjalanan sejarahnya. Kita dapat membayangkan suatu masyarakat berfungsi mulus seperti suatu organisme yang sehat, yang terbentuk oleh banyak bagian bersama-sama dalam sistem-sistem yang lebih besar, dan sistem-sistem ini, dengan fungsi khususnya masing-masing, bekerja bersama satu sama lain. Masyarakat memiliki struktur yang sama seperti organisme tersebut. Institusi sosial, seperti halnya bagian-bagian tubuh, berfungsi bersama dalam sistem-sistem yang lebih besar. Sistem-sistem sosial seperti kekerabatan, agama, politik, dan ekonomi bekerja bersama membangun masyarakat, seperti halnya berbagai sistem biologi membentuk organisme.

Filed under : Bikers Pintar,