PENGERTIAN EVOLUSIONISME UNILINEAR ADALAH

60 views

PENGERTIAN EVOLUSIONISME UNILINEAR ADALAH – Evolusionisme unilinear adalah konsepsi bahwa ada satu garis dominan dalarn evolusi. Dengan kata lain, semua masyarakat melalui tahap-tahap vang sama. Karena masyarakat akan mengalami kemajuan dengan tingkat kecepatan yang berbeda-beda, masyarakat yang kecepatannya lebih rendah akan tetap berada pada tingkat kemajuan yang lebih rendah pula daripada yang kecepatannya lebih tinggi. Tentu saja, pertanyaan besar yang muncul adalah apakah yang sebenarnya dimaksud dengan institusi sosial “berkemba.ng maju” (progress) atau oeberevolusi”. Evolusi onis unilinear yang lain menekankan berbagai hal: kebudayaan materi, cara subsistensi, organisasi kekerabatan, keyakinan keagamaan. Tapi pada umumnya evolusionis unilinear yakin bahwa fenomena ini saling ber-kaitan satu sama lain. Oleh karena itu, perubahan cara-cara subsistensi, misalnya, mendorong perubahan-perubahan evolusioner dalam organisasi kekerabatan, keyakinan dan praktik agama, dan selanjutnya.

Gagasan mengenai evolusi unilinear tumbuh dari teori-teori monogenesis, tetapi titik puncaknya adalah pada akhir abad ke-19, tatkala gagasan tersebut tampil sebagai ide sentral pemikiran antropologi. Isu pokok yang pertama adalah mengenai keluarga versus kontrak sosial: hasilnya akan menuju secara langsung kepada teori kekerabatan, suatu pokok sentral perdebatan sepanjang masa.

Kontrak sosial merupakan isu yang terus dibicarakan orang hampir 200 tahun sebagai landasan pemikiran hukum. Kemudian, pada tahun 1861, ahli hukum Sir Henry Maine mengkritik gagasan kontrak sosial itu. Ia keberatan karena sifat artifisial dari konsep itu dan penggunaannya dalam apa yang ia anggap sebagai fiksi hukum yang keliru. Maine berargumen bahwa masyarakat bukan berasal dari kerja kontrak sosial, melainkan berasal dari keluarga dan dalam kekerabatan yang terbentuk dari keluarga. Tidak banyak penentangan dari dalam tubuh antropologi itu sendiri, keluarga dan kekerabatan muncul sebagai pemenang. Akan tetapi, dari gagasan ini berkembang perdebatan baru tentang prasejarah dari keluarga dan sistem keturunan, dan hubungan sistem-sistem tersebut dengan “promiskuitas primitif”, gagasan mengenai “hak milik pribadi”, totemisme, dan incest taboo (lihat Garbarino, 1994).

Lewis Henry Morgan memiliki karier yang mirip dengan Maine. Ia sukses dalam bisnis dan politik, dan penulis amatir tentang sejarah alam. Ia juga konsultan paruh-waktu perusahaan kereta api dan senator Partai Republik untuk Negara Bagian New York. Pengaruh Morgan dalam evolusi sosial tidak dapat diabaikan karena gagasan pokoknya dipakai oleh Karl Marx dan Friedrich Engels (1972[1884]). Pendapat senator dari Partai Republik bahwa hak milik pribadi (private property) adalah kekuatan pendorong evolusi menimbulkan kekaguman di kalangan kaum Komunis.

Morgan dikenang sebagai tokoh karena dua hal: Pertama, ia adalah seorang dari sedikit teoretisi abad ke-19 yang melakukan pengkajian lapangan secara serius. Morgan menghabiskan waktu bertahun-tahun bekerja dengan orang Iroquis dan penduduk asli Amerika lainnya. Ia terutama mempelajari sistem-sistem kekerabatan mereka dan institusi politik tradisional mereka, dan aktif atas nama orang Iroquis sebagai juru kampanye untuk hak-hak atas tanah. Kedua, setelah penemuannya tentang “sistem klasifikasi hubungan” (pada dasarnya, penggolongan sepupu sejajar dengan istilah yang sama dengan saudara sekandung laki-laki dan perempuan), ia mengembangkan suatu model komparatif bagi memahami sistem-sistem kekerabatan di seluruh dunia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *