Advertisement

Suatu bentuk sastra imajinatif yang diung­kapkan secara lisan atau tulisan dan mengandung makna berbeda dari apa yang tersurat. Biasanya yang menjadi pelakunya binatang atau kadang-kadang ma­nusia dan binatang. Tujuan cerita binatang ini untuk menyajikan ajaran moral. Sifat manusia tertentu di­wujudkan dalam binatang tertentu. Tokoh binatang kancil pada fabel Indonesia sama dengan tokoh ru­bah pada fabel Eropa yang menggambarkan keunggul­an pikiran atas keunggulan fisik. Terlihat bahwa se­tiap kebudayaan memiliki pilihan binatang sendiri un­tuk melukiskan jenis watak manusia tertentu.

Usia fabel sudah sangat tua. Pada tahun 600 SM, fabel sudah dibuat oleh penulis Yunani Aesop. Dari Yunani, cerita tersebut kemudian disalin dalam ba­hasa Latin pada jaman Romawi, dan dari sini terse­bar ke Eropa. Sebelum itu, fabel telah muncul di India dalam kumpulan Pancatantra. Indonesia menerima cerita binatang dari India dan Arab.

Advertisement

Penulis fabel yang terkenal antara lain Jean de La Fontaine yang menulis di sekitar abad ke-17. Fabel- fabelnya merupakan satir terhadap kalangan istana, para birokrat, kaum Gereja, masyarakat, bahkan se­luruh umat manusia. Melalui fabelnya, Fontaine me­nyindir kebodohan manusia dengan”sifatnya yang senang disanjung. Ada juga fabel dengan tema lain, mi- j salnya A n i mal Farm karya George Orwell (1945) yang merupakan fabel politik karena intinya berupa satir. Pada jaman sekarang, fabel Indonesia umumnya berupa cerita anak-anak. Walaupun demikian masih ada fabel untuk orang dewasa, misalnya M.M.M karangan Prijono pada tahun 1951. Ada juga fabel orang dewasa karangan Jean de la Fountaine yang diterjemahkan oleh Trisno Sumardjo.

Advertisement