PENGERTIAN FAKTOR BUDAYA DAN RASIAL DALAM INTERVENSI PSIKOLOGIS – Seiring ditutupnya pembahasan mengenai intervensi, kami menilik kembali isu mengenai keragaman budaya yang telah dibicarakan berkali-kali di sepanjang buku ini. Keragaman budaya merupakan hal penting bagi banyak negara yang sangat heterogen, seperti Amerika Serikat dan Kanada, dan juga penting bagi banyak negara lain karena sebagian besar pembahasan kita mengenai psikopatologi dan intervensi disampaikan dalam konteks dan batasan-batasan masyarakat Eropa Barat. Terlepas dari semakin meningkatnya pemahaman kami mengenai faktor-faktor biologis dalam karakteristik penyakit mental dan bagaimana mencegah serta menangani berbagai gangguan, situasi sosial diabaikan dan hal tersebut mengandung risiko besar.

Secara umum diasumsikan bahwa pasien mencapai kondisi yang lebih baik bila ditangani terapis yang memiliki latar belakang budaya dan etnis yang sama. Terapis yang memiliki latar belakang yang sama, mungkin bahkan berjenis kelamin sama dengan pasien, akan memahami dengan lebih baik situasi kehidupan mereka, dan yang terpenting, akan lebih diterima oleh mereka. Dalam istilah psikoanalisis, kesamaan antara pasien dan terapis dapat memperkuat aliansi terapeutik.

Penelitian ekstensif mengenai modeling memberikan beberapa justifikasi bagi asumsi-asumsi tersebut. Para peserta dalam berbagai studi mengenai belajar melalui observasi ternyata mendapatkan informasi dengan lebih cepat dari para model yang dianggap kredibel dan relevan bagi mereka; usia dan latar belakang yang sama merupakan penentu penting kredibilitas dan relevansi. Namun, belum tampak bahwa hasil yang lebih baik akan dicapai bila pasien dan terapis berasal dari ras atau etnis yang sama. Para peneliti mulai melakukan penelitian mengenai pertanyaan ini. Faktor yang berperan kemungkinan adalah “kompetensi budaya” dan bukan sekadar kesamaan etnis. Bisa saja seorang terapis yang tidak berasal dari ras atau etnis yang sama dengan pasien tetap dapat memahami pasien dengan baik dan menciptakan aliansi kerja yang baik jika ia memahami budaya pasien sama seperti pemahaman yang mungkin dimiliki terapis dengan etnis yang sama dengan pasien.

Sebuah peringatan. Pembahasan kami mengenai faktor-faktor rasial dalam intervensi menimbulkan risiko penstereotipan karena kami akan mengkaji generalisasi yang dilakukan para ahli mengenai cara suatu helompoh bereaksi terhadap bantuan psikologis. Meskipun demikian, orang-orang dari kelompok minoritas merupakan individu yang satu sama lain dapat sangat berbeda sebagaimana ras atau etnis mereka berbeda dari ras atau etnis lain. Bagaimanapun, pertimbangan terhadap karakteristik kelompok merupakan hal penting dan bagian dari pengembangan spesialisasi yang disebut kesehatan mental minoritas.

Filed under : Bikers Pintar,