PENGERTIAN FEMINISME MODERN ADALAH – Suatu ciri kehidupan yang menarik dalam masyarakat kapitalis industri pada abad yang lalu ialah munculnya feminisme. Sesungguhnya ada dua gelombang kegiatan feminis. Yang pertama mulai sekitar pertengahan abad xix dan terjadi timbul-tenggelam sampai sekitar tahun 1920. Kaum wanita menjadi sangat aktif dalam gerakan anti perbudakan, dan mereka juga memimpin sejumlah gerakan pemberantasan kejahatan, khususnya periggunaan alkohol dan pelacnran. Barangkali yang terkenal dari gerakan-gerakan itu ialah Woman’s Christian Temperance Union (R. Collins, 1985b). Sekitar irtasa peralihan ke abad xx. Kaum wanita dibanyak masyarakat industri didorong secara kuat untuk mendapat hak memilih. Negara pertama yang memberi hak pilih kepa da kaum wanita adalah New Zealand dalam tahun 1893; Australia, Swedia, Norwegia, dan Finlandia segera mengikuti contoh New Zealand. Inggris memperluas hak pilih kepada kaum wanita dalam tahun 1918, Amerika Serikat dalam tahun 1920, dan Perancis baru pada akhir tahun 1940-an (R. Collins, 1985b).

Feminisme pada dasarnya mati di dalam masyarakat-masyarakat kapitalis industri sejak kira-kira tahun 1920 sampai awal tahun 1960-an. Sejak itu suatu gelombang besar feminisme yang kedua telah terjadi. Kaum wanita menuntut persamaan dengan kaum pria dalam lingkungan kehidupan sosial yang utama, dan telah melakukanbanyak terobosan ke dalam angkatan kerja. Suatu kesadaran feminis yang baru telah muncul: kaum wanita melihat diri mereka sendiri sebagai mitra kaum pria dan patut menerima imbalan sosial dasar yang sama yang secara tradisional dite•ima kaum pria. Sebagai tambahan, banyak wanita mencari suatu otonomi dan suatu identitas tersendiri yang dahulu menolak mereka. Mereka sekarang memandang diri mereka sendiri sebagai mempunyai eksis tensi yang terpisah da•i peranan mereka sebagai isteri dan ibu, dan mendesak agar kaum pria mengakui identitas terpisah ini. Fenomena itu dengan baik digambarkan oleh meningkatnya frekuensi kaum wanita mempertahankannama sebelum kawin pada waktu kawin (atau memberi tandapenyambung pada nama sebelumkawin dannama suami mereka), dengan bertambahnya jumlah penundaan perkawirtan, dan dengan mengurangi tingkat perkawinan dan mengandung. Gelombang feminisme kedua ialah adanya suatu perkembangan organisasiyang dirancang untuk memperbaiki kepentingankaum wanita. Yang paling penting dari organisasi itu ialah National Organization of Women (NOW), ymg dibentuk di Amerika Serikat dalam tahun 1966. Kekuatan pendorong yang paling kuat yang berada dibelakang organisasi ini ialah Betty Friedan, yang menjadi presidennya yang pertama. Tiga tahun sebelum itu Friedan telah menulis buku yang oleh sebagian orang dilihat sebagai suatu katalisator intelektual gerakan feminis modern, The Feminine Mystique (1963), sebuahbuku yang dengan keras mengutuk subordinasi kaum wanita dalam masyarakat kontemporer. Sekarang ini NOW adalah suatu organisasi besar yang melakukan lobi untuk memperoleh hak-hak kaum wanita pada tingkat nasional dan menentang kondisi-kondisi yang menghalangi usaha kaum wanita untuk mencapai persamaan dengan kaum pria disemua bidang kehidupan sosial. Sebagai contoh, organisasi ini dengan kuat mendorong ke depan hak-hak kaum wanita untuk mengontrol kehamilan mereka sendiri dan mendapat persamaan hukum di antara kaum pria dan kaum wanita. Tetap i organisasi ini adalah suatu organisasi yang efektif malahpun dalam tahun-tahun awal keberadaannya, seperti dikatakan oleh Joan Mandle (1979:171):

Tahun 1970 adalah suatubatas utama bagi NOW sebagai stlatu organisasi danbagi gerakan kalim wanita sebagai kesellirUhan. Dalarnbulan Agustus; NOW mensponsor suatu Women’s Strike for Equality yang sangat berhasil, yakni suatu demonstrasi terbesar yang pernah dilakukan oleh kaum wanita di Amerika Serikat. PernogOkan itu khusus penting bagigerakan kaum wanita karena pemogokan itu mencakup kerja sama yang erat di antara NOW dan banyak kelompok kaum wanita lainnya, yang semuanya mendukung tindakan itu, dan juga karena perkumpulan-perkumpulan lokal dengan cepat meluas Sebagai akibat adanya publisi tas yang besar yang diberikan kepada pemogokan itu.

Kedua gelombang kegiatan feminis itu telah diassosiasikan secara erat derigan perubahan-perubahan penting dalam karakter kapitalisine. Barat, khu,susnya karena perubahan-peruballan itu telah mempengaruhi posisi kaum wanita cli dalam angkatan kerja. Gelombang feminis pertama bersamaan adanya derigan gerakan kaum wanita dalamjumlah besar ke dalarn berbagai pekerjaan administrasi dan perkantoran dalam sektor ekonomi perusahaan yang semakin meluas (R. Collins, 1985b). Gelombang feminis yang paling akhir sangat sesuai dengan n-lasuknya kaum wanita yang mempunyai anak kecil ke dalam banyak sektor angkatan kerja. Menu ru t Mar vin Harris (1981), tenaga kerja kaum wanita ‘ itu semakin dicari oleh kaum kapitalis untuk mengisi jumlah pekerjaan pelayanan dan informasi yang berturribuh sem a kin cepa t dalam pereko nomian. Harris percaya bahwa meningkatnya partisipasi kaum wanita dalam angkatan kerja pada akhimya memajukan kesadaran feminis dalam diri mereka. Karena mereka semakin erat bekerja sejajar dengan kaum pria, dan karena mereka melihat betapa kurangnya mereka dibayar untuk pekerjaan yang pada dasarnya sama dengan kaum pria, maka kaum wanita lebih menyadari tentang tenaga-tenaga diskriminasi ekonomi yang kuat yang bekerja melawan mereka. Pernahaman ini ikut membantu untuk meningkatkan kesadaran yang lebih luas mengenai posisi sosial kaum wanita secara menyeluruh. Jadi, Harris percaya bahwa feminisme modern       baik sebagai ideologi maupun sebagai gerakan sosial yang terorganisasi — pada akhirnya dapat dijejaki ke perubahan-perubahan ekonomi yang besar di mana kaum wanita semakin dilibatkan dalam dunia pekerjaan di luar rumah. Dengan mernandang perubahan-perubahan selanjutnya, secepatnya garis-garis itu cenderung akan terjadi dalam dekade-dekade yang akan datang, maka kekuasaan sosial dan kesadaran feminis dari jumlah kaum wanita yang semakin meningkat akan terus bertumbuh. Jika demikian halnya, kaum wanita akan maju lebih jauh ke arah persamaan sejati dengan kaum pria.

Filed under : Bikers Pintar,