Advertisement

Yakni menganggap sesuatu yang ti­dak ada sebagai ada atau sesuatu yang tidak benar se­bagai benar, sering kali digunakan dalam praktik. Se­bagai contoh, menurut pasal 2 Kitab Undang-undang Hukum Perdata (Burgerlijk Wetboek Indonesia), se­orang anak yang masih dalam kandungan ibunya dianggap sebagai subjek hukum sepanjang kepenting­an si anak itu menghendakinya. Jadi ia dianggap su­dah lahir, karena syarat untuk dapat menjadi ahli wa­ris ialah bahwa seseorang harus telah ada pada wak­tu si pewaris meninggal dunia. Contoh lain adalah anggapan bahwa setiap orang mengetahui undang- undang. Jadi dengan dicantumkannya kata-kata akhir pada suatu undang-undang, “Undang-undang ini mu­lai berlaku pada saat diundangkan,” dianggap setiap orang telah mengetahuinya.

Incoming search terms:

  • fiksi hukum
  • Pengertian fiksi hukum
  • fiksi hukum adalah
  • arti fiksi hukum
  • pengertian fiksi hukum dan contohnya
  • teori fiksi hukum
  • teori fiksi
  • pengertian fiksi
  • contoh fiksi hukum
  • apa itu fiksi hukum

Advertisement
Advertisement
Filed under : Bikers Pintar, tags:

Incoming search terms:

  • fiksi hukum
  • Pengertian fiksi hukum
  • fiksi hukum adalah
  • arti fiksi hukum
  • pengertian fiksi hukum dan contohnya
  • teori fiksi hukum
  • teori fiksi
  • pengertian fiksi
  • contoh fiksi hukum
  • apa itu fiksi hukum