Atau saringan atau tapisan, dikenal seku­rangnya dalam tiga bidang, yaitu bidang listrik, me­kanika, dan fotografi. Dalam Kelistrikan, filter adalah jaringan pemilih- frekuensi yang dirancang untuk meneruskan isyarat listrik dalam batas frekuensi tertentu dan menolak isyarat yang berada di luar pita ini. Suatu filter di­gunakan dalam setiap sistem yang menginginkan pem­bedaan frekuensi yang berlainan. Misalnya filter di­gunakan dalam sistem telepon, radio, pesawat TV, ra­dar, dan sistem hifi. Filter yang banyak digunakan ini dikembangkan pertama kali secara terpisah oleh insi­nyur Amerika, George Campbell, dan insinyur Jer­man, Karl Wagner, pada tahun 1917.

Berdasar pita yang diloloskan, filter dibedakan da­lam filter kelolosan-tinggi, kelolosan-rendah, dan kelolosan-pita (high-pass, low-pass, band-pass filter). Filter pasif tersusun dari sejumlah kumparan (induk­tor) dan kondensator dalam rangkaian seri dan para­lel. Kelemahan filter ini adalah dibutuhkannya induk­tor besar pada frekuensi rendah. Filter lebih bdru, yang disebut filter aktif, terdiri atas kondensator, tran­sistor, dan resistor sebagai unsur dasar jaringan itu. Dengan adanya IC (rangkaian terintegrasi), filter pa­sif makin ditinggalkan karena tidak mudah mengga­bungkan induktor pada IC.

 

Dalam Teknik Mesin.

Filter adalah penyaring un­tuk memisahkan partikel padat dari suatu cairan atau gas. Filter semacam ini digunakan dalam alat seperti pesawat AC, cerobong dapur, motor bakar bensin maupun solar, alat pengedaran udara, sistem pemur­nian air, dan pengendali pencemaran udara. Filter primitif adalah penyaring air sungai yang terdiri atas lapisan kerikil dan pasir.

Filter dirancang untuk operasi sinambung atau operasi kelompok (batch). Aliran zat alir (gas atau cairan) dapat disebabkan oleh gaya berat, penekanan di bagian hulu, atau penyedotan dari hilir.

Filter gas merupakan penyaring udara atau pe­ngumpul debu yang umumnya berupa perangkap par­tikel padat dalam bahan berpori seperti serat kaca, kain tenun, kertas, laken, kasa logam, atau wol mi­neral. Bergantung pada jenis dan penggunaannya, fil­ter itu dapat dibersihkan atau diganti baru. Juga di­kenal filter kental berupa serutan logam yang dilumuri dengan minyak kental atau air. Lihat juga Elektro­statik, Pengendap.

Filter khusus dibuat, misalnya, untuk menyaring asap rokok, partikel radioaktif, atau tepung sari (alergen bagi banyak orang). Filter ini sanggup me­nahan partikel yang diameternya kurang dari satu mi­kron dengan efisiensi 99,95 persen.

Filter cairan. Salah satu filter paling sederhana ada­lah penyaring minyak pelumas yang digunakan dalam mesin mobil. Semua atau sebagian minyak pelumas dipompa secara sinambung lewat bahan penyaring kertas atau kain yang akan menahan kotoran, lum­pur minyak, dan partikel lain. Filter bensin berupa per nyaring logam berpori-pori yang harus dilewati ben­sin sebelum masuk karburator motor bensin.

Filter magnetik digunakan untuk memisahkan par­tikel besi dan baja dari dalam cairan pendingin atau pelumas. Filter ini berupa penapis (screen) yang di- magnetkan dan dapat dibersihkan dengan mendemag- netkannya dulu. Dalam berbagai industri pemroses di­gunakan filter yang rumit.

Dalam Fotografi, filter merupakan peranti yang di­taruh di depan lensa kamera, di depan sumber cahaya atau di dalam kamera dengan tujuan mengubah inten­sitas atau distribns1‘ warna dari cahaya sebelum men­capai film. Filter ini digunakan agar diperoleh gam­bar yang lebih mendekati kenyataan, maupun agar di­peroleh efek dramatis.

Filter warna. Sebagian besar filter potret adalah fil­ter warna. Filter ini dapat berupa selembar bahan (kaca, gelatin, atau plastik) yang ditaruh dalam sel kaca. Filter warna meneruskan warna-warna tertentu dan menyerap warna-warna lainnya.

Hampir tiap warna dapat ditandingi dengan meng­gunakan campuran yang beragam dari cahaya merah, hijau, dan biru. Oleh karena itu digunakan filter me­rah, hijau, dan biru untuk membuat rekaman film yang terpisah, untuk memotret objek dengan berba­gai intensitas dari ketiga warna ini.

Filter untuk meralat warna sering digunakan un­tuk mengendalikan rona keseluruhan potret berwar­na, terutama bila sumber cahaya yang digunakan un­tuk mencetak berbeda dari cahaya untuk memotret. Misalnya cahaya matahari lebih biru daripada cahaya lampu pijar, sehingga lampu pijar itu perlu diberi filter biru agar mendekati warna cahaya matahari.

Potret hitam-putih pun memerlukan filter warna untuk mencapai kontras. Tanpa filter awan dengan latar belakang langit biru dapat tidak tampak. Bila digunakan filter kuning yang menyerap cahaya ungu dan ultraviolet, awan itu akan tampak. Filter merah akan lebih mengkontraskan lagi hasil pemotretan ka­rena langit akan tampak hitam.

Filter fotografi lainnya adalah (1) filter hitam, yang menyerap cahaya tampak tetapi sebenarnya menerus­kan cahaya ultraviolet dan inframerah; (2) filter netral, yang mengurangi intensitas cahaya tanpa meng­ubah warna; (3) filter polarisasi, yang mengurangi si­lau p&itulan cahaya oleh air dan permukaan meng­kilat bukan-logam lain, dan dapat digunakan untuk

n neruskan cahaya yang hanya bergetar pada satu bi­dang; dan (4) filter interferens, yang terbuat dari la­pisan bahan berindeks bias tinggi dan rendah, selang- seling setebal seperempat panjang gelombang; filter ini dapat meneruskan pita spektrum sangat sempit.

Incoming search terms:

  • pengertian filter
  • arti filter
  • filter adalah
  • pengertian filterisasi
  • apa yang dimaksud dengan filter
  • apa itu filter
  • pengertian filtering
  • definisi filter
  • maksud filter
  • apa yang dimaksud filter

Filed under : Bikers Pintar, tags:

Incoming search terms:

  • pengertian filter
  • arti filter
  • filter adalah
  • pengertian filterisasi
  • apa yang dimaksud dengan filter
  • apa itu filter
  • pengertian filtering
  • definisi filter
  • maksud filter
  • apa yang dimaksud filter