Advertisement

Nama untuk seluruh orang dan per­sekutuan yang memakai semangat Fransiskus dari Assisi. Fransiskus lahir pada tahun 1181/118 ta Assisi, Italia, putra pedagang kaya, Pietro Bernardone. Sam­pai usia 20 tahun, Fransiskus bersama orang tuanya hidup berlimpah harta, periang, dan baik hati kepa­da orang miskin. Pada tahun 1202, ia ikut dalam pe­rang antara Asisi dan Perugia dan tertangkap, lalu di­tahan selama sekitar satu tahun. Selama di penjara Fransiskus sakit dan banyak merenungkan makna hi­dup. Ia banyak melakukan matiraga dan melepaskan kekayaan.

Kemudian Fransiskus menjadi rahib dan mendiri­kan persaudaraan yang menekankan kesederhanaan, kemiskinan, dan keramahtamahan. Pada tahun 1209/ 1210, Paus Innocencius III merestui persaudaraannya. Dalam waktu singkat, persaudaraan Fransiskan ter­sebar di seluruh dunia, baik persaudaraan pria mau­pun wanita yang mengikuti semangat Fransiskus. Di Indonesia terdapat para Fransiskan (yang bekerja di Jakarta, Bogor, Bandung, Yogyakarta, Flores, dan Irian), Kapusin (di Sumatra Utara, Sibolga, Bogor, dan Kalimantan Barat), Konventual (di Sumatra Uta­ra), Suster Klaris di Sindanglaya, Jawa Barat, serta puluhan tarekat suster yang mengikuti Fransiskus di hampir semua pulau besar di Indonesia. Kebanyakan mereka bekerja di bidang persekolahan, rumah sakit, dan pemeliharaan anak yatim piatu.

Advertisement

Advertisement