Advertisement

Dari kata Yunani phren yang berarti pikiran, adalah teori yang menilai sifat dan daya pi­kir orang berdasarkan bentuk tengkoraknya. Teori ini dikembangkan pertama kali oleh dua dokter Jerman, F. J. Gali dan G. Spurzheim, pada tahun 1810. Teori frenologi didasarkan pada dugaan bahwa karakteris­tik mental dan emosional dijumpai pada daerah ter­tentu di dalam otak, yaitu (1) perbedaan sifat diken­dalikan oleh bagian cortex (kulit otak yang berbeda); (2) semakin luas cortex semakin menonjol sifat yang berkaitan dengannya; (3) bentuk luar tengkorak mem­berikan gambaran tentang bentuk otak yang berada di bawahnya. Diduga bahwa perkembangan daerah otak menunjukkan perkembangan fungsi psikologis.

Pada awalnya frenologi memperoleh perhatian be­sar dan sempat populer. Sebenarnya pengetahuan itu hanyalah semu, namun frenologi mendorong tumbuh­nya hal-hal positif. Frenologi telah merangsang ilmu­wan untuk melakukan penelitian lebih jauh menge­nai fungsi bagian-bagian otak yang dipelopori oleh ahli faal Perancis Pierre Flourens. Sekarang teori ini su­dah tidak digunakan lagi.

Advertisement

Advertisement