Advertisement

Biasa disingkat Frelimo, salah satu di antara bebera­pa partai politik yang didirikan pada tahun 1962 se­bagai penggabungan tiga partai politik di Mozambik, yaitu The Unido Democratica Nacional de Mocam- bique (Udenamo), The Mocambique African Natio­nalist Union (Manu), dan The Unido Africana de Mo­cambique Independente (Unami). Partai politik yang didirikan pada tahun 1962 ini semula merupakan sa­lah satu organisasi gerakan kemerdekaan Mozambik untuk menentang penjajahan Portugal. Oleh sebab itu, partai ini juga sering disebut Organisasi Gerilya­wan Front Pembebasan Mozambik.

Sebagai organisasi kemerdekaan, Frelimo sangat kuat, karena selain mendapat dukungan besar, ter­utama dari rakyat di pedesaan, juga mempunyai ke­pandaian sangat tinggi untuk melakukan perang ge­rilya. Di samping menguasai medan, gerakan ini te­lah pula mempunyai persenjataan cukup. Sejak tahun 1964, Frelimo melakukan perang gerilya untuk meng­hancurkan patroli-patroli dan pos-pos militer Portu­gal, dan menggulingkan ker eta api milik pemerintah­an penjajahan Portugal. Serangan terhadap kereta-

Advertisement

kereta api itu mengakibatkan para karyawan perkeretaapian di Mozambik tidak mau menjalani:,., reta apinya, sebelum lokomotif dan gerbongnya tuganti dengan yang baru. Pada tahun 1974, pasukan Portugal yang berada di Mozambik mencapai 70.000 orang dan memiliki supremasi udara dan persenjataan lengkap, tetapi tetap tidak dapat berbuat banyak me­lawan gerilyawan Frelimo tersebut. Perang di Mozam­bik merupakan perang yang mahal dan menegangkan urat saraf.

Yang juga cukup menarik dalam Frelimo ini ada­lah bahwa anggotanya di samping orang kulit hitam, juga terdiri atas orang kulit putih keturunan Portu­gal yang tinggal di Mozambik. Dalam suatu rapat akbar di Mozambik yang diselenggarakan di Lourenco Marques pada tanggal 5 Agustus 1974 dan dihadiri 30.000 orang kulit putih dan kulit hitam, para maha­siswa kulit putih dari Universitas Lourenco Marques membagi-bagikan bendera Frelimo dan mendesak rak­yat untuk mendukung perjuangan Frelimo. Namun perselisihan dan salah paham di antara para pemim­pin Frelimo sering pula tidak dapat dihindarkan, baik yang disebabkan oleh kepentingan politik pribadi maupun oleh perbedaan dalam menentukan sikap da­lam menghadapi penjajahan Portugal. Hal inilah yang memperlambat tercapainya kemerdekaan Mozambik.

Atas perjuangan Frelimo inilah, meskipun per­juangan gerakan atau organisasi kemerdekaan lain ti­dak dapat dilupakan, pada tanggal 5—7 September 1974 di Lusaka dilangsungkan pembicaraan menge­nai kemerdekaan Mozambik, antara wakil-wakil pe­merintah Portugal yang diwakili Menlu Mario Soares dan wakil-wakil Frelimo yang dipimpin ketuanya, Sa- mora Machel. Hasil pembicaraan itu menyatakan, antara lain, bahwa pada tanggal 25 Juni 1975 Mozam­bik akan mendapat kemerdekaan penuh. Sementara itu, sejak tanggal 7 September 1974 Mozambik ber­ada dalam pemerintahan peralihan sampai penyerah­an kedaulatan dilakukan. Selanjutnya, untuk menjaga ketertiban demi mempersiapkan kemerdekaan itu, di­berlakukan gencatan senjata antara tentara Portugal dan Frelimo.

Pada tanggal 25 Juni 1975, Mozambik merdeka. Inilah hasil nyata perjuangan Frelimo. Ketua Freli­mo, Samora Machel, diangkat menjadi Presiden Mo­zambik yang pertama.

Incoming search terms:

  • pemimpin frelimo

Advertisement
Filed under : Bikers Pintar, tags:

Incoming search terms:

  • pemimpin frelimo