Suatu gerakan konservatif— dalam lingkungan Kristen Protestan, khususnya di Amerika Serikat pada peralihan abad ini. Fundamen­talisme menentang berbagai penemuan teori ilmiah se­perti teori evolusi yang dianggap mengancam penger­tian tradisional Alkitab serta ajaran Kristen pada umumnya. Fundamentalisme juga menentang kritik Alkitab oleh teologi Kristen Liberal pada abad ke-19.

Sebutan fundamentalisme berasal dari rangkaian karangan yang diterbitkan oleh gerakan itu dari ta­hun 1919 sampai tahun 1923 dengan judul The Fun­damentals: A Testimony to the Truth. Lima hal uta­ma yang menonjol: (1) Ketidakmungkinan Alkitab sa­lah; (2) kelahiran Kristus dari anak dara; (3) jatuh­nya manusia ke dalam dosa dan keharusan setiap orang dilahirkan kembali berdasarkan korban penda­maian Kristus; (4) kebangkitan Kristus dan kenaikan­nya ke surga; (5) kedatangan kembali Kristus.

Di Amerika Serikat pada tahun 1919 didirikan “The World’s Christian Fundamentals Association” yang sangat agresif dalam kegiatannya di kota-kota Amerika Serikat. Sekitar sepuluh tahun kemudian hampir semua Gereja Protestan Amerika Serikat ter­belah menjadi dua kubu, yang fundamentalis dan yang modernis. Dalam arti lebih umum, sebutan fundamen­talis dalam Gereja Kristen Protestan dikenakan ke­pada sikap konservatif dan ortodoks dalam penafsir­an Alkitab.