Advertisement

Dalam dunia kedokteran, adalah zat yang mampu menghambat pertumbuhan jamur. Secara kurang tepat bahan-bahan ini sering dikelom­pokkan sebagai fungisida, yakni zat yang mampu membunuh jamur. Fungistatika dapat berupa senya­wa anorganik, senyawa organik sederhana, maupun antibiotika.

Jamur adalah mikroorganisme mirip tumbuhan, te­tapi tidak berhijau-daun. Jamur berkembang biak dengan spora. Umumnya jamur hidup pada bahan organik yang membusuk dan tidak menimbulkan infeksi. Namun kadang-kadang ada jamur yang da­pat menyesuaikan diri dan tumbuh pada kulit, sela­put lendir, paru dan jaringan-dalam lainnya, sehing­ga menimbulkan infeksi jamur. Cepat berbiaknya ja­mur dan kerasnya spora menyebabkan pembasmian jamur kadang lebih sulit daripada pembasmian bak­teri.

Advertisement

Banyak antibiotika yang dihasilkan oleh mikro organisme mampu menghambat pertumbuhan jamuratau bahkan membunuh jamur. Nistatin digunakan untuk mengobati infeksi jamur Candida terhadap ku­lit, selaput lendir, dan saluran pencernaan. Amfoterisin B digunakan untuk mengobati infeksi serius ja­mur terhadap paru dan jaringan-dalam lain, misalnya koksidioidomikosis, histoplasmosis, dan blastomikosis. Griseofulvin digunakan untuk infeksi jamur pa­da kulit, kuku, dan rambut. Nistatin dan amfoterisin B di samping fungistatik juga bersifat fungisida.

Fungistatika dan fungisida sering diberikan secara lokal pada bagian tubuh yang terjangkiti, namun ka­dang diberikan sebagai obat makan atau obat suntik. Iod, natrium propionat, asam undesilenat, dan tol- naftat dioleskan pada kulit yang terkena jamur, ter­masuk kurap dan penyakit kutu air.

Incoming search terms:

  • fungistatik
  • pengertian fungistatik
  • fungistatik adalah
  • fungisida yang bersifat fungistatis

Advertisement
Filed under : Bikers Pintar, tags:

Incoming search terms:

  • fungistatik
  • pengertian fungistatik
  • fungistatik adalah
  • fungisida yang bersifat fungistatis