PENGERTIAN GANGGUAN MOOD DAN KREATIVITAS – Dalam bukunya Touched with Fire: Manic-Depressive Illness and the Artistic Temperament (1992), Kay Jamison, seorang ahli gangguan bipolar yang pernah menderita gangguan tersebut dalam waktu lama, mengumpulkan sejumlah besar data yang mengaitkan gangguan mood, terutama gangguan bipolar, dengan kreativitas artistik. Memang orang bisa saja menyusun daftar orang-orang kreatif yang tidak mengalami gangguan mood dan juga orangorang yang menderita gangguan mood yang tidak memiliki kreativitas. Meskipun demikian, daftar para seniman, komposer, dan penulis yang mengalami gangguan mood sangat banyak dan mencakup di antaranya Michelangelo, Van Gogh, Tchaikovsky, Schumann, Gauguin, Tennyson, Shelley, dan Whitman. Mungkin kondisi manik mendorong kreativitas melalui mood yang melambung, peningkatan energi, pikiran yang bergerak cepat, da:- kemampuan menghubungkan berbagai ide yang secara tidak akan terhubung.

Dalam suatu analisis yang menarik tentang komposisi musik:. Robert Schumann, Weisberg (1994) menunjukkan bahwa Schumar.:- menciptakan lebih banyak karyanya dalam periode hipomania dibanding dalam periode depresi. Meskipun demikian, bukan berarti karya-karya yang diciptakan dalam kondisi hipomania berkualitas lebih baik dibanding karya-karya yang diciptakan dalanm kondisi depresi. Weisberg menyimpulkan bahwa berbagai perubahan mood memengaruhi motivasi untuk menciptakan karya-karya kreatif dan bukan memengaruhi proses kreatif itu sendiri.

Filed under : Bikers Pintar,