PENGERTIAN GAYA KEPEMIMPINAN MASA MENDATANG ADALAH – Untuk masa yang datang selalu sangat perlu dipikirkan bagaimana melahirkan dan mengembangkan kepemimpinan suatu bangsa, dan kepemimpinan yang mempunyai posisi. Pemimpin yang tidak mempunyai realisme tidak akan tahu kondisi yang sesungguhnya, maka dia akan cenderung menjadi seorang pengkhayal yang tidak mungkin terwujud atau sama dengan pemimpi, yaitu seorang yang memiliki idealisme yang tinggi dan berusaha memperjuangkannya, tetapi tidak mengetahui keadaan yang sebenarnya dan tidak mengetahui bagaimana meralisasikannya.

Kriteria keempat, pemimpin perlu memiliki visi atau wawasan ke masa yang akan datang. Melalui visi atau wawasan seorang pemimpin dapat menggambarkan masa yang datang; ia akan bisa mengantisipasi apa yang harus dilakukan bersama-sama dengan anggota dan masyarakat. Ia juga akan tahu cara melakukannya. Dengan visi ke depan, seorang pemimpin dapat mengajak angota-anggotanya atau masyarakat menuju ke sesuatu yang lebih baik dan lebih sejahtera hidupnya. Dengan demikian, masyarakat diharapkan dapat memiliki harapan baru yang akan lebih baik.

Karena visi atau wawasan didasari dengan ketaqwaan dan keimanan kepada Tuhan yang Maha Esa, serta realitas yang hidup dalam masyarakat, maka visi itu oleh masyarakat dinilai masuk akal dapat diperjuangkan untuk direalisasikan. Dengan cara itu pemimpin dapat mengembangkan idealisme yang realistis dalam kehidupan masyarakat.

Sebaliknya manakala visi tersebut tidak berkaitan dengan realitas yang hidup dalam masyarakat, masyarakat akan melihat hal tersebut sebagai khayalan yang tidak mungkin direalisasikan. Dalam masyarakat kita ada sejumlah pemimpin yang terlalu idealis sehingga lupa realitas hidup. Orang semacam ini dianggap sebagai pemimpi. yang memenuhi empat kriteria sebagai mana tersebut di atas di Indonesia masih amat kurang. Pada masa lampau yang memenuhi kriteria kepemimpinan «.rscbut, misalnya antara lain kepemimpinan Soekarno dan I latta terutama pada zaman pergerakan nasional dan juga pcmyataan proklamasi 17 Agustus 1945, atas nama bangsa Indonesia untuk merdeka.

Masyarakat sulit menemukan pemimpin yang memiliki karakter yang baik dan kuat, apalagi pemimpin yang mampu mempertemukan keempat kriteria pada diri seseorang sekaligus. Kenyataan yang berkembang sekarang ini adalah banyak pemimpin yang menjadi birokrat atau birokrat menjadi pemimpin. Hal itu terjadi karena pekerjaan sehari-hari. Karena itu, mereka hanya mencari amannya -ija atau asal selamat. Usaha untuk membuat terobosan sangat kurang.

Karena kreativitas mereka rendah, mereka takut jangan-jangan kalau melakukan terobosan akan salah. Akibatnya mereka kurang percaya diri dan takut dicabut dari kedudukan. Pemimpin yang tidak memiliki karakter yang baik dan kuat, ketakutan dan kurangnya kepercayaan diri itu selalu dijadikan dasar bagi mereka untuk melakukan tindakan yang asal selamat saja. Di samping lemah karakternya, pemimpin yang begitu biasanya juga tidak memiliki visi.

Adanya gejala birokratisasi yang dapat dilihat dalam berbagai macam organisasi pemerintahan memperlihatkan kecenderungan ke arah pemimpin tipe birokrat. Kalau hal ini dibiarkan terus, bisa timbul kemandegan, karena masyarakat kekurangan pemimpin yang memiliki karakter dan visi ke depan. Dalam kalangan organisasi politik kepemimpinan ini lebih parah lagi. Karena itu, sebaiknya pengkaderan lebih diperhatikan lagi dengan dibekali ilmu kepemimpinan, dengan kriteria sebagaimana diuraikan di atas. Dalam organisasi pemuda sangat diharapkan lahirnya pemimpin-pemimpin yang berkarakter, realistis dan punya visi ke depan.

Filed under : Bikers Pintar,