Advertisement

Ialah gelombang air laut yang datangnya tiba-tiba dan bersifat merusak. Di Jepang gelombang pasang populer dengan sebutan tsunami. Gelombang pasang bukanlah gelombang yang dihasilkan oleh adanya pasang surut air laut melainkan gelombang yang timbul karena adanya gempa bumi di bawah laut, letusan gunung berapi. Di danau yang tak seberapa luas, pengaruh itu tak tampak. Pasang surut meru- vik’in fe: ttena bumi yang menarik. Kapal-kapal Lrbobot ; sar bisa masuk, keluar, dan bersandar di «labuhan-pelabuhan tertentu hanya ketika air laut naik sehingga kapal tak akan kandas di tempat jmg’kal. Air tawar beberapa sungai di pantai bisa dimanfaatkan hanya ketika air laut surut, saat air tawar sungai tak tercampur air laut sehingga menjadi payau.

Bumi kita yang dianggap bulat ini sebenarnya tak bulat betul karena terbentuknya dua cembungan air laut pada bagian yang berlawanan akibat adanya gaya tarik bub dan matahari. Karena saling berinteraksi, perubah; posisi bumi-bulan-matahari yang diakibatkan oleh rotasi bumi pada pusatnya, gerakan bulan mengelilingi bumi dan gerakan bumi mengelilingi matahari, menyebabkan pasang surut berbeda antara tempat yang satu dan lainnya. Oleh karena itu terjadi-nya pasang surut permukaan air laut tidaklah sesederhana yang dibayangkan. Kombinasi berbagai keadaan antara bumi-bulan-matahari juga bisa dipakai untuk menentukan kapan terjadi pasang naik tertinggi dan kapan surut terendah.

Advertisement

Dala: aur pasang surut, pergeseran posisi menuju surut terjadi setelah pasang naik tertinggi tercapai. Perubahan pasang naik menjadi surut dan sebaliknya tidaklah terjadi secara mendadak, melainkan umumnya perlahan melalui gelombang laut kecil berbentuk gelombang pasang surut. Untuk mempermudah memahami perubahan-perubahan pasang surut karena interaksi bumi, bulan, dan matahari, pemahaman prosesnya bisa dipisahkan antara interaksi bumi-bu- lan dan bumi-matahari.

Inter si Bumi-Bulan. Bumi dan bulan, masing-masing me miliki gaya tarik (gravitasi) yang saling mempengaruhi. Menurut Hukum Newton, besarnya kedua gaya gravitasi ini sebanding dengan massanya dan berbanding terbalik dengan kuadrat jarak antara keduanya. Dengan demikian, selain mendapat gaya tarik bumi yang lebih kuat, setiap unsur di bumi juga dipengaruhi oleh gaya tarik bulan. Air, massa cair di bumi, juga terpengaruh oleh gaya tarik bulan, dan seandainya di bulan terdapat air, mungkin permukaannya mendapat pengaruh gaya tarik bumi.

Walau tidak sepopuler pasang surut air laut, massa padat 1 ;mi pun mendapat gaya tarik bulan, meskipun partikel-partikel di kerak bumi tidak dapat bergerak horizontal secara bebas membentuk cembungan; seperti bergeraknya air laut. Selain itu atmosfer bumi juga menerima pengaruh gaya tarik bulan. Dari rekaman barometer bisa dipastikan bahwa di tempat- tempat tertentu, terutama di daerah lintang-lintang rendah, tekanan udara cenderung menjadi lebih tinggi pada saat tertentu dan menjadi lemah pada saat yang lain. Hal ini terjadi secara berkala.

Bila tak ada pengaruh gravitasi bulan, dan sekeliling bumi diandaikan tertutup air, tebal air itu akan rata. Namun karena pengaruh gaya tarik bulan, air di tempat tertentu pada permukaan bumi yang segaris lurus dengan bulan akan membentuk cembungan; di tempat inilah terjadi pasang naik. Akibatnya, karena massa air di bumi selalu tetap, di tempat lain akan terjadi pengurangan air yang mengakibatkan terjadinya penurunan, muka air atau cekungan; di tempat inilah terjadi surut. Bila pada satu sisi bumi terjadi pasang naik, pada saat yang sama di sisi yang berlawanan – yang juga segaris lurus dengan bulan — juga terjadi pasang naik. Terjadinya pasang naik pada sisi ini, dijelaskan oleh suatu teori yang mengatakan bahwa gaya tarik bulan pada bagian padat bumi lebih besar daripada gaya tarik bumi pada air di atasnya, yang massanya lebih sedikit dan jaraknya lebih jauh, dengan membiarkan air di bagian ini menjadi lebih jauh dari pusat bumi; sehingga membentuk cembungan, dan ini berarti pasang naik.

Satu hari matahari — satu hari menurut penanggalan kita- adalah sama dengan 24 jam, sedangkan satu hari bulan – yang setara dengan terjadinya dua kali pasang surut lengkap – adalah 24 jam 50 menit. Adanya perbedaan waktu ini karena ketika bumi berotasi pada porosnya, bulan bergerak mengelilingi bumi. Hal ini menyebabkan bulan akan muncul pada saat berbeda di tempat yang sama pada malam berikutnya. Atau, pasang naik di tempat yang sama akan terjadi dengan selang waktu 12 jam 25 menit. Oleh karena itu di tempat yang sama, pasang naik dan surut tidak terjadi dalam waktu yang sama setiap harinya.

Bulan mengelilingi bumi sekali tiap 29,5 hari pada orbit berbentuk elips di atas khatulistiwa, dan bumi berada di salah satu titik api elips tersebut. Bentuk elips garis edar bulan menyebabkan adanya satu titik terjauh dari bumi dan satu titik terdekat dengan bumi, yang akan dilewati bulan dengan selisih dua minggu. Menurut Hukum Newton, karena keadaan ini dalam satu bulan akan terjadi satu kali gaya tarik terkuat dan satu kali gaya tarik terlemah; yang menimbulkan pasang naik tertinggi dan surut terendah serta pasang naik terendah.

Karena garis edarnya pula, bulan tidak selalu ber: ada di atas khatulistiwa. Orbit ini akan bergeser naik ke lintang utara dan kemudian akan kembali ke khatulistiwa, bergeser turun ke lintang selatan dan kembali lagi ke atas khatulistiwa. Pergeseran posisi bulan terhadap bumi juga mempengaruhi kuat Lemahnya pasang surut yang terjadi.

Interaksi Bumi-Matahari. Meskipun massa matahari sekitar 27 juta kali massa bulan, namun karena jarak matahari ke bumi lebih dari 390 kali jarak bulan ke bumi, gaya tarik matahari terhadap bumi hanya 0,46 kali gaya tarik bulan terhadap bumi. Seandainya bumi tak memiliki bulan, pasang surut akan disebabkan hanya oleh gaya tarik matahari dan perubahan yang terjadi akan lebih sederhana; pasang naik terjadi pada saat yang sama setiap harinya dan perbedaan tinggi antara pasang naik dan surut tak begitu besar.

Hampir setiap dua minggu akan terjadi pasang naik yang relatif terbesar dan surut yang terendah. Keadaan ini terjadi pada saat matahari, bumi, dan bulan berada dalam satu garis lurus, dengan susunan mata- hari-bulan-bumi atau matahari-bumi-bulan. Gaya tarik bulan yang diperkuat gaya tarik matahari ini menimbulkan pasang terkuat yang disebut pasang purnama. Pasang naik terlemah – perbedaan tingginya paling rendah – tercipta ketika kedudukan matahari, bumi, dan bulan membentuk sudut 90°, dan disebut pasang perbani.

Pasang naik dan surut terbesar bisa terjadi karena bergabungnya beberapa keadaan menjadi satu, seperti orbit bulan pada jarak terdekat dengan bumi, orbit bulan tepat di atas khatulistiwa, dan posisi matahari- bumi-bulan dalam satu garis lurus.

Ada tiga jenis pasang surut. Pasang surut setengah hari adalah keadaan di suatu tempat ketika terjadi dua pasang naik dan dua surut pada setiap hari bulan, dan perbedaan ketinggian di antara puncak berturut-turut air tinggi dan berturut-turut air rendah relatif kecil. Pasang surut sehari adalah pasang surut dengan selang waktu 24 jam 50 menit yang terjadi karena putar-an bumi dan berbagai perubahan deklinasi bulan, sehingga hanya terjadi satu pasang naik dan satu surut setiap hari. Pasang surut campuran ialah pasang surut dengan ketidaksamaan tak seberapa, yakni tinggi kedua pasang naik pada satu hari bulan sama, hanya surutnya yang tak sama; atau sebaliknya.

Incoming search terms:

  • Gelombang pasang
  • pengertian gelombang pasang
  • gelombang pasang surut
  • gelombang pasang adalah
  • arti gelombang pasang
  • pengertian pasang
  • gelombang pasang air laut
  • pasang naik tertinggi terjadi jika posisi matahari bumi dan bulan membentuk sudut
  • artikel gelombang pasang
  • referensi gelombang pasang

Advertisement
Filed under : Bikers Pintar, tags:

Incoming search terms:

  • Gelombang pasang
  • pengertian gelombang pasang
  • gelombang pasang surut
  • gelombang pasang adalah
  • arti gelombang pasang
  • pengertian pasang
  • gelombang pasang air laut
  • pasang naik tertinggi terjadi jika posisi matahari bumi dan bulan membentuk sudut
  • artikel gelombang pasang
  • referensi gelombang pasang