PENGERTIAN GERAKAN MILENARIAN DI EROPA ABAD PERTENGAHAN ADALAH – Tepat ketika agama Kristen muncul dari kegiatan milenarian, bentuk-bentuk kegiatan milenarian baru segera muncul dari Kekristenan itu, yang sekurangkurangnya sesudah itu menjadi suatu agama yang sangat terlembagakan. Pada akhir Abad Pertengahan, gerakan milenarian yang ditujukan melawan kekuasaan-kekuasaan agama, ekonomi dan politik yang berkuasa menjadi hal yang umum sejak abad xi sampai xvi, sejumlah besar gerakan milenarian telah muncul di banyak daerah Eropa. Suatu penelitian yang bagus mengenai gerakan-gerakan itu telah dilakukan oleh Norman Cohn dalam bukunya The Pursuit of the Millenn hun (1970). Sebagaimana dicatat oleh Col-m, sebagian besar gerakan itu dipedomani oleh fantasi eskatologis (tentang kiamat dan akhirat): oleh doktrin-doktrin bahwasanya ald-nr dunia ini sudah dekat dan bahwa mesias akan datang untuk membangun firdaus surgawi di atas Bumi ini. Dekade demi dekade, abad demi abad, dan tempat demi tempat, manusia mengharap agar para mesias segera datang ke Bumi untuk memulai milenium itu. Mesias -mesias itu berkhotbah tentang doktrin-doktrin eskatologis kepada mereka yang mau mendengar, mengorganisasi kelompok-kelompok pengikut sekeliling mereka, dan mengajarkan para pengikut mereka dalam melakukEm tindakan-tindakan yang diperlukan untuk mewujudkan milenium itu. Dalam banyak hal, para mesias itu menganjurkan atau melakukan tindakm-tindakan militan melawan otoritas sekuler maupun otoritas religius. Suatu gerakan milenium orang Eropa yang sangat militan ialah gerakan Anabaptist.

Kebanyakan kaum Anabaptist adalah para petani dan para tukang yang mengalami disorientasi dan tersisih. Mereka percaya dalam pemilikan harta benda komunal, memandang negara dengan kecurigaan, dan cenderung menolak masyarakat yang bebas. Banyak dari mereka dihantui oleh kepercayaan akan datangnya suatu hari perhitungan di mana yang berkuasa akan dicampakkan dan Kristus akan kembali untuk membentuk suatu kerajaan abadi di atas Bumi ini. Pada awal tahun 1530-an mereka mengambil alih kota Munster di Jerman dan memproklamasikannya sebagi Jerusalem Baru. Di bawah pemimpin mereka, Jan Matthys, mereka merasakan bahwa mereka telahmelancarkan suatu revolusi sosial. Matthys dan beberapa pemimpin kecil raemulai suatu kampanye propagandamelawan pemilikan harta benda privat, dan para pengikut gerakan ini menyerahkan seluruh uang dan milik mereka kepada kelompok. Matthys kemudian menjalankan suatu pengawasan kedikatoran atas para pengikutnya, tetapi segera sesudah itit ia meninggal. 

Filed under : Bikers Pintar,