Advertisement

PENGERTIAN GERILYA – Novel karya Pramoedya Ananta Toer yang terbit pada tahun 1950. Novel ini, bersama novel Perburuan, ditulis dalam penjara Bu­kit Duri, Jakarta, sekitar tahun 1948, ketika Pramoed­ya ditahan karena keterlibatannya dalam revolusi mempertahankan kemerdekaan RI.

Beberapa bagian novel ini muncul terlebih dahulu sebagai cerita pendek yang dikembangkan menjadi novel. Menurut Pramoedya, novel ini ditulis oleh “do­rongan semangat patriotik, dengan humanitas pada se­gi lain, idealisme utopis yang jatuh bangun dalam pengingkarannya terhadap kenyataan.” Tokoh Saa- man didasarkan atas riwayat nyata bekas anak buah­nya di masa revolusi, yaitu seorang pemimpin gerilya kelompok anak-anak Betawi bernama Wahab. Wahab dihukum mati Belanda, tanpa membocorkan rahasia kawannya.

Advertisement

Novel ini penuh imajinasi, meskipun beberapa ba­gian merupakan fakta nyata, terutama pengalaman re­volusi pengarangnya yang dijadikan acuan pokok un­tuk memberikan makna kepada gejala jamannya. Novel ini dapat diberi makna tentang semangat cinta tanah air dan bangsa melebihi cintanya kepada keluar­ga dan diri sendiri. Seluruh keluarga memperjuang­kan keselamatan Saaman, sang pejuang, namun ia rela menyerahkan diri untuk perjuangan kemerdekaan bangsa.

Novel ini berisi kisah yang berlangsung tiga hari tiga malam di Jakarta pada jaman revolusi sekitar ta­hun 1947. Sebuah keluarga yang tidak berayah (seo­rang tentara KNIL yang dibunuh anak laki-lakinya sendiri) mengalami goncangan, setelah penyangga keluarga itu, Saaman, seorang gerilyawan, ditangkap Belanda. Sang ibu bersama empat anak lainnya beru­saha membebaskan Saaman dari penjara. Sang ibu, yang telah sakit ingatan, mendatangi teman almarhum suaminya untuk minta tolong membebaskan anaknya, namun usaha itu tidak berhasil. Usaha Salamah, adik Saaman, yang rela mengorbankan kegadisannya demi kebebasan abangnya, juga jatuh ke penipuan. Saaman akhirnya dieksekusi.

Perjuangan Saaman bagi negara dan bangsa, sebenarnya juga perjuangan bagi keluarganya, yaitu agar adik-adiknya dapat melanjutkan sekolah. De­ngan gugurnya Saaman, gugur pula angan-angan membina hari depan keluarganya, sebab semua adik­nya terpaksa berhenti sekolah untuk bekerja memban­tu kehidupan keluarganya.

Banyak pendapat yang menyatakan bahwa novel ini berkata jujur tentang keadaan revolusi, tanpa me­lebih-lebihkan atau menyembunyikan. Ada yang ke­beratan terhadap strukturnya, namun kelemahan tek­nik segera terampuni oleh kekuatan isinya. Novel ini sekarang dilarang dicetak dan dibaca di Indonesia.

Incoming search terms:

  • pengertian gerilya

Advertisement
Filed under : Bikers Pintar, tags:

Incoming search terms:

  • pengertian gerilya