Advertisement

Salah satu dari ratusan gu­nung berapi di Cordillera, dibagian selatan Peru. Ben­tuknya seperti kerucut, tmgginya 5.822 meter. Gunung iklim daerah-daerah di sekitarnya dan me­nimbulkan ketidaktentuan cuaca. Gerakan udara ka­rena El Nino dapat membawa uap air yang meng­akibatkan banjir dan topan, sementara gerakan uda­ra panasnya membawa kekeringan dan meningkatkan suhu di beberapa tempat. Dalam bahasa Spanyol, El Nino berarti “Sang Putra”, maksudnya Kanak-kanak Yesus, karena gejala meteorologi ini sering muncul se­kitar Hari Natal.

El Nino mulai diketahui kehadirannya pada abad ke-17 di Ekuador dan Peru. Berdasarkan teori, El Ni­no akan terjadi bila putaran angin pasat mengendur. Menurut para ahli meteorologi, karena suatu sebab yang belum diketahui dengan pasti, udara panas di sepanjang khatulistiwa tidak bisa naik ke atas. Aki­batnya, aliran angin pasat terhenti dan arus laut meng­hangat, sehingga mengacaukan sistem cuaca yang ada selama ini.

Advertisement

Pada tahun 1982, El Nino mengakibatkan kema rau yang amat panjang di Indonesia dan sebagian be sar Australia. Sebaliknya terjadi hujan yang lebat dan terus menerus di Ekuador dan Peru. Pada tahun 1987 terjadi bencana kekeringan dan gagalnya panen ka­rena El Nino di sebagian besar Benua Asia. Thailand, Vietnam, Kambodia, Pakistan, dan Laos menderita kekeringan. Bangladesh dan sebagian India dilanda banjir yang hebat, sementara itu panen di Filipina ga­gal karena sebagian besar dilanda topan akibat El Nino.

Advertisement