PENGERTIAN HAMBATAN ETIKA DALAM PENELITIAN

28 views

PENGERTIAN HAMBATAN ETIKA DALAM PENELITIAN – Suatu hal mendasar dalam sains adalah apa yang dapat dilakukan biasanya akan diupayakan. Pelanggaran etika yang paling berat ditunjukkan dalam berbagai eksperimen brutal yang dilakukan oleh para dokter Jerman terhadap para tawanan di kamp konsentrasi dalam Perang Dunia tI. Salah satu eksperimen, contohnya, meneliti berapa lama orang dapat bertahan hidup bila kepala mereka berulang kali dihantam dengan sebuah tongkat yang berat. Sekalipun jika informasi penting dapat diperoleh dalam eksperimen semacam itu, tindakan tersebut melanggar rasa kepantasan dan moralitas. Persidangan Nuremberg, yang digelar oleh Sekutu setelah perang berakhir, mengangkat peris tiwa tersebut dan tindakan barbar lainny.a ke permukaan dan memberikan hukuman berat kepada beberapa tentara, dokter, dan perwira Nazi yang telah melakukan atau berkontribusi dalam tindakan-tindakan semacam itu meskipun mereka mengklaim bahwa mereka hanya menjalankan perintah.

Merupakan suatu hal yang membesarkan hati bila kita dapat mengatakan bahwa pelanggaran keji terhadap kemanusiaan semacam itu hanya terjadi dalam era yang luar biasa dan kejam seperti Kekaisaran Ketiga, namun sayangnya tidak demikian. Didorong oleh antusiasme buta terhadap pekerjaan mereka, para peneliti di Amerika Serikat dan berbagai negara lain kadang memperlakukan subjek manusia dengan cara-cara yang mengundang kritik.

Henry K. Beecher, seorang profesor peneliti di Fakultas Kedokteran Universitas Harvard, mensurvei penelitian medis sejak tahun 1945 dan menemukan bahwa “banyak pasien [yang digunakan sebagai subjek dalam eksperimen] tidak pernah mendapatkan penjelasan tentang risiko secara memuaskan, dan ratusan lainnya tidak mengetahui bahwa mereka menjadi subjek eksperimen meskipun mereka mengalami konsekuensi yang serius sebagai akibat langsung eksperimen tersebut”. Salah satu eksperimen membandingkan penisilin dengan plasebo sebagai terapi untuk mencegah demam reumatik. Meskipun penisilin telah diakui sebagai obat pilihan bagi orang-orang yang mengalami infeksi pernapasan streptokokal dengan tujuan mencegah terjadinya demam reumatik, plasebo diberikan kepada 109 tentara tanpa sepengetahuan atau seizin mereka. Lebih banyak subjek yang menerima penisilin daripada plasebo, namun tiga orang dalam kelompok kontrol menderita penyakit serius—dua di antaranya menderita demam reumatik dan satu orang lainnya menderita nefritis akut, yaitu suatu penyakit ginjal. Tidak seorangpun dari mereka yang menerima penisilin yang mengidap penyakit tersebut.

Setengah abad kemudian, pada bulan Januari 1994, tergerak oleh Eileen Welsome, seorang jurnalis yang memenangi hadiah Pulitzer atas laporan investigasinya mengenai isu tersebut, Departemen Energi Amerika Serikat mulai memublikasikan sejumlah eksperimen yang dilakukan antara tahun 1950-an hingga 1970-an yang telah memaparkan ratusan orang—biasanya tanpa pernyataan persetujuan atau tanpa diketahui sebelumnya—pada dosis radiasi yang membahayakan. Timbul kepedulian khusus karena sebagian terbesar adalah orang-orang yang berstatus sosioekonomi rendah, berasal dari etnis minoritas, orang-orang yang menderita retardasi mental, para pasien panti-panti asuhan, atau narapidana. Para ilmuwan, sebagian terbesarnya didanai oleh pemerintah federal dalam penelitiannya, mengerti bahwa risikonya besar meskipun relatif sedikit yang diketahui mengenai efek berbahaya radiasi pada masa itu. Hal ini tercermin dalam fakta bahwa “mereka melakukannya pada orang-orang miskin dan berkulit hitam. Anda tidak akan melihat mereka melakukannya di Klinik Mayo” (pengacara yang mengajukan argumentasi untuk kompensasi bagi beberapa subjek, dikutip di Healy, 1994). Beberapa eksperimen tersebut mencakup pemberian tonik radioaktif kepada para perempuan yang sedang hamil dalam trimester ketiga untuk menetapkan tingkat pemaparan yang aman dan meradiasi testikel para narapidana untuk mengetahui tingkat radiasi yang dapat diterima oleh para tentara tanpa_rnenimbulkan efek negatif terhadap produksi sperma. Merupakan hal yarig sangat memprihatinkan bahwa eksperimen tersebut terjadi bertahun-tahun setelah persidangan Nuremberg.

Pendidikan bagi para ilmuwan membekali mereka dengan kemampuan luar biasa untuk mengajukan berbagai pertanyaan menarik, kadang bahkan penting, dan untuk merancang penelitian yang sebisa mungkin bebas dari hal-hal yang membingungkan. Meskipun demikian, mereka tidak memiliki kualifikasi khusus untuk memutuskan apakah sederet penelitian tertentu yang melibatkan manusia harus dilakukan. Masyarakat memerlukan pengetahuan, dan seorang ilmuwan memiliki hak dalam suatu demokrasi untuk mengupayakan pengetahuan tersebut. Namun, warga negara biasa yang menjadi peserta dalam berbagai eksperimen tersebut harus dilindungi dari bahaya, penistaan, dan invasi privasi yang tidak dibenarkan.

Beberapa kode etik internasional yang relevan dengan pelaksanaan penelitian ilmiah—Kode Nuremberg yang diformulasikan pada tahun 1947 setelah pengadilan penjahat perang Nazi, Deklarasi Helsinki pada tahun 1964, dan pernyataan dari Dewan Penelitian Medis Inggris. Pada tahun 1974 Departemen Kesehatan, Pendidikan, dan Kesejahteraan AS mulai menerbitkan panduan dan regulasi yang mengatur penelitian iimiah yang menggunakan subjek manusia dan hewan. Selain itu, sebuah panel pita biru, Komisi Nasional Perlindungan Subjek Manusia dalam Penelitian Biomedis dan Behavioral, menerbitkan sebuah laporan pada tahun 1978 yang berasal dari dengar pendapat dan penggalian informasi mengenai berbagai pemba tasan yang dapat diberlakukan oleh pemerintah AS pada penelitian yang dilakukan terhadap para pasien institusi psikiatrik, narapidana, dan anak-anak. Berbagai kode dan prinsip tersebut terus-menerus dievaluasi ulang dan direvisi sejalan dengan munculnya berbagai untangan baru bagi komunitas penelitian.

Berbagai perubahan dalam Deklarasi Helsinki telah diperdebatkan hingga saat ini, dipicu oleh dua perkembangan mutakhir dalam penelitian biomedis. Pertama adalah meningkatnya penelitian yang disponsori oleh berbagai organisasi prolaba seperti perusahaan-perusahaan farmasi. Karena dihadapkan pada persaingan bisnis yang ketat dan tekanan pasar untuk memaksimalkan keuntungan, perusahaan semacam itu dapat memaksakan penelitian yang tidak akan disetujui oleh berbagai komite subjek manusia dalam berbagai organisasi nirlaba seperti universitas. Internasionalisasi penelitian merupakan faktor kedua dalam kemungkinan menurunnya perlindungan terhadap subjek manusia. Negara-negara berkembang sangat menginginkan kemitraan dalam penelitian dan tidak selalu memiliki komitmen historis yang sama terhadap pernyataan persetujuan dari individu dan keamanan yang lebih diperhatikan di negara-negara industri dan demokratis. Bahaya yang dianggap dapat terjadi oleh beberapa orang adalah standar kegunaan—apakah penelitian tersebut akan memberikan hasil yang secara umum bermanfaat?—menjadi semakin penting dibanding fokus setengah abad lalu pada hak-hak dan keamanan peserta penelitian individual.

Sebagai reaksi terhadap beberapa penurunan etika dalam penelitian yang dilakukan di rumah sakit terhadap para pasien mental, Komisi Penasihat Bioetika Nasional merekomendasikan tindakan kehatian-hatian khusus untuk memastikan bahwa subjek penelitian yang menderita penyakit mental memahami sepenuhnya risiko dan manfaat setiap penelitian di mana mereka diminta untuk berpartisipasi dan dilakukan penanganan tertentu untuk memastikan bahwa mereka dapat menolak atau mengundurkan diri dari penelitian tanpa merasa dipaksa. Secara khusus, tidak hanya sekadar membolehkan seorang pendamping atau keluarga mengambil keputusan bagi pasien, komisi tersebut mengusulkan agar seorang profesional kesehatan yang tidak memiliki kaitan dengan studi tersebut melakukan penilaian apakah pasien tertentu dapat memberikan pernya taan persetujuan. Komisi juga merekomendasikan agar, jika seorang pendamping diperbolehkan memberikan persetujuan atas nama pasien yang dinilai tidak mampu melakukannya, kemampuan si pendamping untuk memberikan persetujuan itu sendiri juga dievaluasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *