Advertisement

Orang yang berdoa bukan hanya sekadar sadar bahwa kekuatannya lemah, tetapi ada unsur keyakinan bahwa berdoa itu merupakan kewajiban. “Dan berfirman Tuhan kamu: Berdoalaii kamu kepada-Ku. Juga Aku akan mengabulkan doamu (Q : 40 : 60, 65). “Maka wajib atas kamu berdoa (H.R. Turmidzi).

Hal lain yang menyebabkan harapan disertai doa ialah karena kesadaran bahwa manusia itu lemah (Q : 4 : 28). Kelemahan manusia itu, dilukiskan sebagai berikut;

Advertisement
  1. Manusia hidup dalam kondisi ketidakpastian; hal yang penting bagi keamanan dan kesejahteraan manusia berada di luar jangkauannya. Dengan kata lain, manusia ditandai oleh ketidakpastian.
  2. Terbatasnya kesanggupan manusia untuk mengendalikan dan untuk mempengaruhi kondisi hidupnya. Pada titik tertentu, kondisi manusia ada dalam kaitan konflik antara keinginan dan cita-cita dengan lingkungannya, yang ditandai oleh ketidakberdayaan.
  3. Manusia hidup bermasyarakat, yang ditandai dengan adanya alokasi teratur dari berbagai fungsi, faailitms, pembagian kerja, produksi, dan ganjaran. Manusia mcmbutuhkan kondisi imperatif (keterpaksaan), yakni adanya ‘suatu tingk^t juperordinasi dan subordinasi atau berbagai aturan dalam hubungan manusia.

Kemudian masyarakat berada di tengah-tengah kondisi kelangkaan, yang menyebabkan adanya perbedaan distribusi barang dan nilai. Dengan demikian timbullah deprivasi (perampasan) yang sifatnya relatif.

Dalam konteks “ketidakpastian*’ manusia ditunjukkan kenyataan semua usaha manusia bahwa, betapa pun ia merencanakan dengan baik dan melaksanakannya dengan saksama, ia tetap tidak terlepas dari kekecewaan. Dalam usahanya, manusia melibatkan emosi yang tinggi sehingga kekecewaan ini akan membawa luka yang dalam. Dalam dunia teknologi modern pun, yang penuh dengan perhitungan, keberuntungan tetaji merupakan suatu berkat dari ketidakpastian.

Dalairikonteks “ketidakmungkinan” ditunjukkan bahwa semua keinginan tidak dapat terkabul. Kematian, penderitaan, kecelakaan, dan seterusnya, itu semua menandai eksistensi manusia. Pengalaman manusia dalam konteks “ketidakpastian” atau “ketidakmungkinan” membawanya ke luar dari situasi perilaku sosial dan batasan kultural dari tujuan dan norma sehari-hari. Resep-resep sosial dan kultural tidak memiliki kelengkapan total sebagai penyediaan ,’mekanisme,, penyesuaian. Kedua hal ini menghadapkan manusia pada kondisi “titik kritis” dengan lingkungan perilaku sehari-hari yang berstruktur. Maka dari semua peristiwa ini, yang ada hanya “doa dan harapan”.

Doa dan harapan pada hakikatnya merupakan proses hubungan antara manusia dengan Tuhannya dan antara manusia dengan manusia. Proses hubungan ini lebih lanjut dapat diartikan memohon pertolongan, mengingat, meminta perlindungan, mendekatkan diri (silaturahmi dengan manusia, taqarrub dengan Tuhan).

Incoming search terms:

  • pengertian harapan
  • arti harapan
  • perbedaan doa dan harapan
  • perbedaan harapan dan doa
  • PENGERTIAN HARAPAN DAN DOA
  • pengertian doa dan harapan
  • beda doa dan harapan
  • pentingnya harapan dan doa
  • beda harapan dan doa
  • makalah harapan dan doa

Advertisement
Filed under : Bikers Pintar, tags:

Incoming search terms:

  • pengertian harapan
  • arti harapan
  • perbedaan doa dan harapan
  • perbedaan harapan dan doa
  • PENGERTIAN HARAPAN DAN DOA
  • pengertian doa dan harapan
  • beda doa dan harapan
  • pentingnya harapan dan doa
  • beda harapan dan doa
  • makalah harapan dan doa