Advertisement

HUKUM COULOMB
Menyatakan bahwa gaya tarik-menarik antara dua muatan yang berlawanan tanda, atau gaya tolak-menolak antara dua muatan yang bertanda sama, adalah berbanding terbalik dengan kuadrat jaraknya dan berbanding lurus dengan hasil kali kedua muatan tersebut.

Charles Augustin Coulomb, sarjana Perancis, menjelaskan sifat kelistrikan ini dengan menggunakan dua bola kecil dan ringan yang mula-mula tidak bermuatan listrik atau netral. Kemudian kedua bola itu digosok dengan bulu kucing, lalu digosokkan ke karet. Maksudnya adalah untuk membuat kedua bola itu bermuatan listrik. Hasilnya, kedua bola itu saling menjauh. Hal yang serupa akan terjadi bila kedua bola itu digosok dengan kain sutera kemudian dengan batang kaca. Tetapi apabila sebuah bola digosok dengan karet dan bola yang lain digosok dengan batang kaca, kedua bola tersebut akan saling menarik. Dari percobaan seperti itu, Coulomb menyimpulkan bahwa terdapat dua jenis muatan listrik, yaitu muatan positif dan muatan negative kedua muatan listrik akan tolak-menolak bila muatannya sejenis, dan akan tarik-menarik bila muatannya berlainan jenis.
Dalam bentuk rumus, bila dua muatan listrik berada di udara atau ruang hampa, gaya interaksi muatan listrik dinyatakan dengan
F = k
r2
dengan q i dan q2 masing-masing adalah besarnya muatan listrik dalam satuan coulomb, r adalah jarak antara kedua muatan dalam meter, dan gaya F dinyatakan dalam satuan Newton. Faktor k adalah faktcff perbandingan yang bergantung pada medium.
Gaya Coulomb masih bergantung pada medium tempat muatan listrik berada.

Advertisement

Incoming search terms:

  • definisi hukum coulomb
  • pengertian hukum coulomb
  • arti hukum coulomb
  • definisi dari hukum coulomb
  • pengertian hukum coloumb
  • pengertian hukum columb

Advertisement
Filed under : Uncategorized, tags:

Incoming search terms:

  • definisi hukum coulomb
  • pengertian hukum coulomb
  • arti hukum coulomb
  • definisi dari hukum coulomb
  • pengertian hukum coloumb
  • pengertian hukum columb