Advertisement

Sejumlah prinsip genetika hasil temuan Mendel, yang sekarang merupakan dasar ilmu genet i eca. Sebenarnya jauh sebelum manusia mengenal genetika, berbagai peristiwa yang berhubungan dengan cara pewarisan sifat-sifat dalam alam telah banyak diamati. Dengan melakukan pembiakan hewan tertentu, manusia berhasil menjinakkan dan membuat hewan itu berguna bagi kehidupannya.

Ilmu genetika baru lahir lama kemudian, berkat usaha-usaha Johann Gregor Mendel (1822 1884), seorang biarawan yang hidup di kota Brno, Cekoslowakia. Ia orang pertama yang dalam percobaannya mengamati satu sifat saja setiap kali melakukan percobaan. Para pakar sebelumnya selalu mempelajari pewarisan suatu organisme secara keseluruhan, sehingga banyak sifat sekaligus dipelajari. Dengan cara tersebut mereka tidak dapat melihat perbedaan suatu sifat tunggal. Mendel merancang percobaannya, menghitung dan mengelompokkan kacang yang didapatnya, serta kemudian membandingkan hasil yang didapatnya dengan model matematik pewarisan yang diformulasikannya. Pada waktu itu mekanisme pembelahan sel seperti mitosis dan meiosis belum dikenal. Walaupun Mendel menerbitkan hasil percobaannya dalam tahun 1866, penemuannya itu belum diketahui oleh masyarakat ilmiah. Dalam tahun 1900 makalah Mendel ditemukan kembali sekaligus oleh tiga ahli botani, yaitu Hugo de Vries (1848 1935) dari negeri Belanda, Carl Correns dari Jerman, dan Eric von Tschermak-Seysenegg dari Austria. Mereka sebenarnya secara tersendiri telah menemukan kembali prinsip-prinsip yang diajukan oleh Mendel dalam makalahnya, tetapi mereka mengakui bahwa Mendellah yang menemukannya pertama kali.

Advertisement

Percobaan Mendel. Mendel memilih kacang polong (Pisum sativum) sebagai bahan percobaannya karena tanaman tersebut mudah tumbuh dan mempunyai sifat-sifat yang mudah dikenal. Pembuahan silang hanya dapat berlangsung dengan bantuan manusia. Pilihan ini juga menguntungkan karena kacang tersebut hanya mempunyai dua pasang kromosom. Dengan demikian, hasil percobaan itu mudah diterangkan. Karena bersifat membuahi diri sendiri, kacang polong biasanya merupakan galur murni. Perubahan suatu sifat akan tampak sebagai perbedaan dalam galur. Mendel meneliti tujuh sifat yang mudah dikenal dan dominan, yaitu ukuran tinggi tanaman (tinggi-pendek), warna buah (hijau-kuning), bentuk biji (licin-keriput), letak bunga (sepanjang tangkai-di ujung tangkai), warna bagian dalam biji (hijau-kuning), permukaan luar biji (licin-keriput), dan kulit biji (putih-kelabu).

Hukum Mendel. Salah satu percobaan Mendel ialah persilangan tanaman tinggi dengan tanaman pendek yang menghasilkan keturunan Fi yang semuanya tinggi. Jika tanaman Fi tersebut kemudian dibuahi sendiri, akan didapat keturunan tinggi dan pendek dengan perbandingan 3:1. Untuk membuktikan bahwa ada faktor-faktor bebas yang menentukan pola pewarisan, ia membuat hipotesis yang menyatakan bahwa sepertiga tanaman yang tinggi akan menghasilkan keturunan yang semuanya tinggi, bahwa dua pertiga tanaman yang tinggi akan menghasilkan baik tanaman tinggi maupun pendek, serta bahwa semua tanaman pendek akan menghasilkan keturunan yang pendek. Hipotesis tersebut diujinya dengan melakukan pembuahan sendiri tanaman F2. Hasil yang didapat membuktikan bahwa hipotesisnya benar. Percobaan serupa juga dilakukannya untuk menguji pewarisan sifat-sifat yang lain. Berdasarkan hasil percobaan-percobaan tersebut Mendel kemudian menarik kesimpulan bahwa ada sifat yang dominan, seperti sifat tinggi; dan resesif, seperti sifat pendek. Ia juga menyimpulkan bahwa sifat-sifat tersebut ditentukan oleh apa yang disebutnya faktor (sekarang dikenal sebagai gen). Pendapat ini bertentangan dengan pendapat yang lazim pada waktu itu, bahwa pewarisan sifat berlangsung seperti pencampuran dua macam cairan. Mendel kemudian juga menyatakan bahwa faktor penentu sifat ini merupakan pasangan, yang pada waktu pembentukan sel kelamin akan terpisah. Setiap faktor masuk ke dalam sel kelamin yang berbeda, sehingga setiap sel kelamin hanya akan memperoieh salah satu dari faktor tersebut. Inilah yang kemudian disebut hukum Mendel pertama atau hukum segregasi. Mendel kemudian juga melakukan persilangan tanaman dengan dua sifat yang berbeda, dan kemudian mempelajari proses pewarisan sifat yang terjadi. Salah satu percobaan yang dilakukannya ialah persilangan tanaman berbiji bulat/kuning dengan tanaman yang berbiji keriput/hijau. Keturunan Fj dari hasil persilangan ter-sebut semuanya berbiji bulat/kuning. Kemudian dilakukannya pembuahan sendiri pada tanaman Fi. Ternyata ia memperoieh empat macam fenotipe, yaitu bulat/kuning, bulat/hijau, keriput/kuning dan keriput/hijau dengan perbandingan 9:3:3:1, atau secara matematik sesuai dengan ratio (3 : l)2. Hasil percoba-an tersebut menunjukkan bahwa tidak saja terjadi segregasi atau pemisahan faktor penentu sifat, tetapi juga terjadi pengumpulan faktor secara bebas (independent segregation). Prinsip tersebut kemudian dikenal sebagai hukum Mendel kedua atau hukum penyusunan kembali faktor-faktor secara bebas (independent assortment). Dengan ditemukannya mekanisme pembelahan sel secara meiosis pada pembentukan sel kelamin, peristiwa tersebut telah dapat diterangkan.

Jika hukum-hukum Mendei ditinjau kembali sesuai perkembangan ilmu, beberapa pendapat Mendel perlu diperbaiki. Ia, berdasarkan percobaan-percobaannya, berpendapat bahwa suatu sifat ditentukan oleh satu gen saja. Kini diketahui bahwa pendapat itu tidak benar, karena ada sifat yang ditentukan oleh banyak gen dan ada gen yang menentukan banyak sifat. Dalam percobaan yang dilakukan oleh Mendel, secara kebetulan ketujuh sifat yang dipelajarinya bersifat dominan, sehingga ia menganggap bahwa dominansi merupakan ciri umum dari gen. Kini diketahui pula bahwa ada gen-gen yang bersifat ko-dominan, yaitu gen yang tidak menutupi efek gen pasangannya melainkan menentukan sifat secara bersama. Diketahui pula bahwa dominansi juga dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti jenis kelamin, hormon, atau gen-gen lain.

Incoming search terms:

  • pengertian hukum mendel
  • arti mendel
  • pengertian mendel
  • jelaskan definisi hukum mendel
  • definisi hukum mendel
  • arti lsrene mendel
  • arti dari mendel
  • arti dari istilah mendel
  • arti dari hukum mendel
  • apa yang dimaksud dengan hukum mendel

Advertisement
Filed under : Bikers Pintar, tags:

Incoming search terms:

  • pengertian hukum mendel
  • arti mendel
  • pengertian mendel
  • jelaskan definisi hukum mendel
  • definisi hukum mendel
  • arti lsrene mendel
  • arti dari mendel
  • arti dari istilah mendel
  • arti dari hukum mendel
  • apa yang dimaksud dengan hukum mendel