punishment (hukuman)

Hukuman ditujukan kepada yang jahat Di tingkat makro, diskusi berpusat pada alasan menghukum, akibat-akibatnya, bentuk hukuman yang dapat diterima, dan hubungan antara struktur sosial dan tingkat hukuman. Di tingkat mikro yang tidak akan dimasukkan di sini diskusinya berkisar pada akibat dari hukuman sebagai lawan dari hadiah atas kemauannya untuk patuh.

Ada tiga macam justifikasi utama dari hukuman. Posisi yang dianut aliran hukum alam berpendapat bahwa kita menghukum karena kita memang menghukum, atau, dalam beberapa rumusan, kita menghukum karena akan tidak adil jika kita tidak melakukannya. Tuhan atau alam menghendakinya. Bahkan jika kita hidup untuk kedua kalinya sebelum hari kiamat, si pembunuh yang terkutuk tetap harus digantung, jika tidak maka keadilan tidak akan ditegakkan. Dalam model ini yang tersirat adalah semacam teori keseimbangan: kejahatan berakhir dengan kejahatan. Tetapi, harga pembalasan yang harus dibayar mungkin berubah sepanjang waktu: mata dibalas mata dalam masa ketika injil diturunkan mungkin akan menjadi tiga tahun penjara atau 500 dolar di masa kita sekarang. Posisi mayor yang kedua adalah aliran utilitarian: hukuman mempunyai tujuan; kita menghukum karena memang diperlukan. Hukuman adalah cara agar para pelanggar atau pelanggar potensial mematuhi hukum. Besar-kecilnya penyiksaan yang diberikan dalam kasus ini tidak disesuaikan dengan kejahatannya tetapi untuk tujuan sosial. Para filosof sering berusaha mendamaikan dua posisi utama ini khususnya dengan menegaskan bahwa penyiksaan yang diberikan seharusnya tidak melampaui batas hukuman yang setimpal hanya demi alasan kegunaan. Logika yang berlawanan dari penegasan ini yaitu bahwa penyiksaan tidak harus diberikan jika tidak ada tujuannya jarang dinyatakan. Posisi ketiga berhubungan dengan yang pertama, tetapi lebih menekankan bahwa proses hukum bisa berfungsi untuk mengklarifikasi nilai-nilai. Jadi yang menjadi isu utama adalah lebih pada prosesnya ketimbang pada hasilnya. Pengadilan mungkin bisa disamakan dengan teater ketika arena tempat nilai sosial berada didramatisir.

Kriminolog telah banyak menyumbangkan pemikiran tentang efek hukuman terhadap si pelanggar. Secara umum, mereka belum mampu mengidentifikasi bentuk-bentuk khusus dari hukuman yang mungkin bisa mengurangi kemungkinan terulangnya pelanggaran: tak satu pun cara (tentu saja bukan hukuman mati atau pengebirian) bekerja dengan lebih baik daripada yang lainnya. Beberapa kriminolog bahkan mengatakan bahwa satu-satunya akibat yang mereka temukan adalah bahwa hukuman lebih mungkin untuk meningkatkan bahaya bertambahnya kejahatan yang dilakukan, karena semua hukuman menyiratkan suatu stigma.

Incoming search terms:

  • pengertian hukuman
  • definisi hukuman

Filed under : Bikers Pintar, tags:

Incoming search terms:

  • pengertian hukuman
  • definisi hukuman