PENGERTIAN I KUNG SAN – Sekitar 45 ribu masyarakat San tersebar di seluruh teritorial Bostwana, Angola dan Namibia di Afrika bagian selatan. Mereka terbagi ke dalam beberapa kelompok linguistik yang berbeda-beda, salah satunya adalah !Kung, konon semula berjumlah sekitar 13.000 orang. Kebanyakan mereka sekarang ini tidak berada di bawah pengawasan langsung pemerintah lokal dan cara hidup mereka pun tidak banyak terpengaruh walau ada kontak dengan masyarakat berteknologi lebih maju. Jumlah terakhir masyarakat pemburu-peramu !Kung ;3ekitar 1600 orang, tersebar di seputar telaga-telaga di Bostwana bagian barat daya.

Laporan etnografis berikut ini didasarkan atas populasi !Kung yang berjumlah 466 di wilayah Dobe, Bostwana, dan dikaji oleh Richard Lee ( 1972; cf. Lee, 1979, 1984).

Kehidupan masyarakat !Kung terorganisasi di seputar—delapan telaga permanen dan 14 perkemahan yang terpisah-pisah. Perkemahan-perkemahan ini berpindah-pindah lima atau enam kali setahun. Kepadatan penduduk hampir 0,4 orang per-mil persegi, kepadatan yang tipikal pada masyarakat pemburu-peramu. Habitatnya adalah padang pasir Kalahari, sebuah wilayah yang sangat berlimpah sumber daya. Hampir 500 species tanaman dan binatang diketahui dan diberi nama oleh mereka. Iklimnya dapat dikatakan panas, diselingi dengan empat bulan musim hujan dan musim dingin-sedang tanpa hujan.

Masyarakat !Kung menikmati kehidupan yang aman. Mereka terutama menggantungkan hidup kepada makanan dari tumbuh-tumbuhan (Lee memperkirakan sekitar 37 persen makanan mereka terdiri dari daging). Makanan terpenting yang berasal dari tumbuh-tumbuhan adalah biji mongongo atau biji mangetti, bijian yang sangat bergizi dan melimpah. Makanan pokok berupa hasil tanaman lainnya juga tersedia, tetapi masyarakat !Kung cenderung hanya memakan biji-biji tersebut karena lebih enak dan gampang me-ngumpulkannya. Binatang tidak begitu melimpah dan dapat diperkirakan. Sejenis kij ang besar diburu secara teratur, begitu juga babi kutil, dan jenis kij ang vang lebih kecil. Binatang unggas dijebak dengan perangkap khas mereka, dan kura-kura darat mereka sukai.

Perkemahan atau kelompok lokal merupakan unit tempat tinggal dasar dan fokus utama berbagai aktivitas subsistensi. Para anggota masing-masing kelompok lokal setiap hari keluar secara perorangan atau berkelompok kecil untuk mengeksploitasi wilayah sekeliling, dan kembali setiap sore untuk mengumpulkan sumber makanan yang diperoleh. Para perempuan meramu dalam kelompok yang terdiri dari tiga sampai lima orang. Lelaki berburu, terutama sebagai aktivitas individual. Busur dan panah beracun digunakan sebagai senjata yang efektif. Makanan dibagikan secara merata, walaupun pembagian daging diorganisasi secara lebih formal daripada pembagian makanan hasil meramu. Binatang besar yang disembelih dibagi menjadi tiga bagian: Sekitar seperlima ditinggal untuk keluarga, seperlima dipotongpotong tipis untuk dikeringkan, dan tiga perlima didistribusikan ke rumahrumah tangga kerabat dekat. Pembagian daging dilakukan dengan sangat hati-hati. Pemburu bisa memanggil orang lain untuk memberikan saran, atau meminta mertuanya melakukan pembagian. Pembagian yang merata merupakan hal yang ideal dalam perkemahan !Kung, walaupun dalam kenyataannya larang tercapai. Perlu dicatat bahwa perselisihan mulut yang paling sering terjadi adalah karena pembagian daging yang tidak tepat dan pertukaran hadiah yang tidak sesuai.

Filed under : Bikers Pintar,