Advertisement

PENGERTIAN IKAN KELESA  – Atau ikan kayangan, suatu jenis ikan yang biasa ditemukan pada sungai-sungai di Ka­limantan dan Sumatra. Sepintas lalu, ikan ini berper­awakan mirip ikan arwana yang berasal dari Sungai Amazon, Amerika Selatan; karena itu, banyak orang menjadi salah kaprah, sehingga menyebut ikan kelesa sebagai ikan arwana. Perbedaan kedua jenis ikan ini terletak pada sirip punggung, sirip ekor, dan sirip anal. Pada ikan arwana, ketiga sirip ini tampak bersatu; sedangkan pada ikan kelesa, ketiganya jelas terpisah. Dalam dunia perdagangan ikan hias, harga ikan kelesa sangat tinggi, yakni mencapai jutaan rupiah. Harga tinggi ini terutama disebabkan adanya anggapan bah­wa ikan ini membawa keberuntungan bagi pemilik­nya, atau karena keindahan warna tubuhnya yang ber­kilat dengan kilasan-kilasan warna kuning, merah, biru, dan hijau. Nama daerah ikan kelesa antara lain tangalasa, tangkalasa, talisso, mamang jawan, dan dapat dicapai bila keseimbangan tatanan kesatuan antara segenap unsur lingkungan hidup, baik biotik maupun abiotik, yang saling mempengaruhi, terjaga baik. Ekosistem itu sendiri mempunyai kemampuan untuk memelihara, mengatur sendiri, dan mengadakan keseimbangan kembali.

Sebagai lingkungan hidup alami, kelestarian eko­sistem akan mengalami gangguan bila terjadi peru­bahan dalam fenomena kehidupan yang berada di luar prinsip, tatanan, dan hukum alam. Misalnya bila ter­jadi pemanfaatan sumber daya alam secara ber­lebihan, menurunnya kelentingan lingkungan, pe­ningkatan entropi, dan sebagainya. Sebaliknya, keanekaragaman yang tinggi dalam suatu ekosistem akan mendukung kelestarian sekaligus stabilitas ling­kungan yang mantap karena sifat homeostasis dan ke­lentingan yang tinggi akan dapat dicukupi oleh sistem itu sendiri.

Advertisement

Akibat yang timbul karena terganggunya keles­tarian ekosistem adalah terjadinya penyederhanaan ekosistem sebagai akibat menurunnya keanekaragam­an; hilangnya sejumlah spesies flora dan fauna; keka­cauan aliran energi; perubahan suhu/iklim; kerusakan lapisan ozon; terganggunya sejumlah daur seperti daur air, oksigen, nitrogen, fosforus, dan kimia; keke­ringan; penggurunan; erosi; banjir; kebakaran hutan; serta pencemaran.

Sebagai salah satu komponen lingkungan yang mempunyai hubungan timbal balik dengan ekosistem, manusia berfungsi sebagai penentu. Untuk memenuhi kebutuhan dan tuntutan hidupnya, mereka mempu­nyai dorongan kuat untuk menguasai alam beserta sumber dayanya. Kegiatan manusia, seperti pemba­ngunan, menimbulkan perubahan kimia, fisik, hayati, sosial, dan sebagainya. Hal ini bisa menyebabkan ter­jadinya perubahan berintensitas tinggi secara menye­luruh, baik yang menyangkut ruang maupun waktu, dalam ekosistem tersebut.

Kelestarian ekosistem harus disertai perlindungan terhadap wilayah yang menjadi bagian dari ekosistem itu. Dalam kaitannya dengan pembangunan, wilayak yang dimanfaatkan untuk pembangunan itu harus disertai perlindungan atas ekosistem di sekitarnya, antara lain perlindungan terhadap sistem tata air, tanah dan udara.

Untuk melindungi sistem tata air, misalnya, peningkatan fungsi hutan lindung, antara lain dengan merehabilitasi hutan lindung yang rusak, mencegah perusakan hutan tersebut, dan menambah luasnya Perlindungan plasma nutfah dilakukan agar tak terjadi erosi plasma nutfah dan terkikisnya keanekaragaman pada ekosistem. Untuk itu dapat dilakukan konservasi in-situ, yaitu menetapkan suatu ekosistem khusus, mi­salnya sebagai cagar alam, suaka margasatwa, taman nasional, hutan lindung, taman hutan raya, taman bu­ru, dan hutan wisata.

Konservasi ex-situ secara tak langsung juga men­dukung kelestarian plasma nutfah suatu ekosistem misalnya dengan melakukan penangkaran di kebun binatang, pelestarian sperma, transfer embrio, serta pendirian kebun botani dan arboretum. Untuk itu diadakan lembaga yang bertugas mengumpulkan menilai, mendokumentasikan, dan mendistribusikan plasma nutfah. Selanjutnya, badan penelitian dan pe­ngembangan serta pemerintah (Direktorat Jenderal PHPA) memberikan masukan kepada lembaga yang bertugas menangani hasil penelitian dan temuan-te­muan di alam atau tempat-tempat buatan.

Kelestarian ekosistem ditentukan pula oleh sikap dan pandangan moral manusia dalam memanfaatkan serta mengelola alam dan kekayaannya. Faktor keles­tarian ekosistem lainnya adalah pengetahuan dan kemampuan mengelola lingkungan yang dilanjutkan dengan perhatian terhadap kaitan satu sama lain antara semua variabel dalam lingkungan hidup.

Incoming search terms:

  • ikan kelesa

Advertisement
Filed under : Bikers Pintar, tags:

Incoming search terms:

  • ikan kelesa