Advertisement

PENGERTIAN INDONESIAN NATIONAL PRESS AND PUBLI­CITY SERVICE – Disingkat INPS, salah satu di antara empat kantor berita yang ada di Jakarta pada tahun 1950-an dan 1960-an, dan yang paling muda di antara keempatnya. Kapasitas INPS, seperti juga APB (Asian Press Board), jauh lebih kecil daripada PIA (Persbiro Indonesia) dan kantor berita Antara yang didukung oleh staf yang besar di Jakarta dan banyak kores­ponden di daerah. INPS termasuk di antara tiga kantor berita dan se­puluh surat kabar yang pada bulan September 1957 mengalami larangan terbit paling dramatis yang per­tama kali dalam sejarah pers di Indonesia karena me­libatkan begitu banyak media pers. Media lainnya ialah PIA dan Antara, serta surat-surat kabar Indo­nesia Raya, Harian Rak j at, Bintang Timur, Pemuda, Djiwa Baru, Merdeka, Pedoman, Abadi, Keng Po, dan Java Bode yang berbahasa Belanda.

Penutupan dilakukan oleh penguasa militer Jakarta Raya selama 23 jam, mulai tanggal 13 September pukul 21.00 sampai keesokan harinya pukul 20.00. Alasannya, karena menyiarkan berita yang tidak ber­sumber pada keterangan resmi jurubicara Musya­warah Nasional, yang bulan itu sedang diadakan di Jakarta untuk mengakhiri perpecahan antara Presiden Sukarno dan Mohammad Hatta, tetapi tidak berha­sil. Hatta meletakkan jabatan sebagai wakil presiden setahun sebelumnya karena tidak sejalan dengan po­litik Sukarno. Musyawarah juga bermaksud menda­maikan pertentangan antara pemerintah pusat dan pa­ra pemimpin beberapa daerah yang memberontak.

Advertisement

Presiden Sukarno pada tanggal 14 Oktober 1962 menyerukan dalam suatu pidatonya untuk mem­bangun “kantor berita nasional yang kuat dan leng­kap.” Dua bulan kemudian, pada hari ulang tahun Antara tanggal 13 Desember, ia mengumumkan peng­gabungan PIA ke dalam Antara serta pembubaran APB dan INPS. Para karyawan kedua kantor berita yang dibubarkan kemudian ditampung oleh Antara gaya baru.

INPS dipimpin Kurwet Kartadiredja, yang pada masa akhir pemerintahan Presiden Sukarno diangkat sebagai pengelola proyek Komando Pelaksana Per­industrian Pesawat Terbang (Kopelapip), jabatan se­tingkat menteri dalam Kabinet Dwikora yang Disem­purnakan (21 Februari – 27 Maret 1966).

Advertisement