PENGERTIAN INDUSTRI SEBELUM REVOLUSI INDUSTRI – Revolusi Industri pada abad xviii memberikan kekuasaan pada aktivitas industri dalam skala massif dan mengubah kapitalisme Eropa menjadi aktivis ekonomi berorientasi manufaktur dan bersifat urban. Namun kehidupan industri Eropa sebelum Revolusi Inclustri, bukannya tidak ada. Akan tetapi industri tersebut diorganisasikan dengan cara yang berbeda dengan industri kapitalisme. Sejarawan sosial Perancis Fernand Braudel (1982) mengelompokkan empat bentuk aktivitas industri pada awal kapitalisme di Eropa. Pada bentuk pertama, yang merupakan bentuk paling sederhana, adalah bentuk usaha keluarga. Banyak usaha-usaha seperti itu tersebar di Eropa. Setiap usaha biasanya dikepalai oleh seorang majikan dan mempekerjakan dua atau tiga pedagang keliling dan satu dua pekerja magang. Pembagian kerjanya sangat sederhana atau bahkan tidak ada pembagian sama sekali. Yang termasuk dalam kategori ini, menurut Braudel, adalah pembuat paku, tukang besi, pedagang emas, tukang sepatu, tukang kunci, dan pembuat sandal, juga tukang roti, tukang giling, pembuat keju dan tukang jagal. Bentuk kedua aktivitas industri ini diistilahkan Braudel sebagai pabrik terpencar (dispersed factory). Pada bentuk ini, usaha dagang tersebar dimana-mana tetapi tetap berhubungan satu sarna lain. Seorang pengusaha bertindakmenjadi sem acam direktur atau koordinator. Pengus aha itu menyediakan bahan-bahan men tah pada usaha perseorangan, memastikan bahwa pekerjaan telah dilaksanakan, membayar upah pekerja, dan memasarkan produk akhir. Kategori industri ini sering dijumpai pada pabrik tekstil, tetapi sering juga pada penjagalan, pembuatan paku, dan pandai besi. Bentuk ketiga adalah, pabrik yang terkonsentrasi atau perpabrikan. Bentuk ini sangat berbeda dari dua bentuk sebelumnya. Para pekerja tidak lagi bekerja di rumah masing-masing, tetapi datang ke pabrik untuk menyelesaikan serangkaian tugas di bawah satu atap. Pembagian kerja sudah ada, yang mengakibatkan peningkatan produktivitas. Bentuk organisasi ini telah meluas dari sekadar pembuatan tekstil, sampai pembuatan bir, penyamakan kulit, pengerjaan barang pecah-belah, dan sejumlah industri lain. Bentuk aktivitas industri yang keempat adalah manufaktur, hampir sama dengan bentuk ketiga, tetapi berbecla dalam tingkat teknologi yang digunakan. Dalam pabrik manufaktur, pekerjaan terutama dilakukan secara manual. Akan tetapi pada bentuk keempat ini, pekerjaan diselesaikan dengan mesin. Tentu saja, pabrik yang dimaksudkan di sini bukan merupakan pabrikkapitalisme akhir abad xviii dan awal abad xix. Akan tetapi, bagaimanapun juga pabrik itu telah ada. Sebagaimana dikomentari oleh Braudel (1982 : 301-302):

“Saya akan mengetengahkan bahwa pertambangan modern abad xvi, sebagaimana yang terdapat di Eropa Tengah sebagai contoh penting mekanisasi, walaupun mesin uap diperkenalkan dua ratus tahun kemu-dian, sehingga ia berkembang secara pelan dan tersendat-senda t…..con toh yang lain adalah galangan kapal Saardam dekat Amsterdam pada abad xvii, dengan gergaji mekanis, derek dan mesin penyangga tiang kapal, dan begitu banyak pabrik-pabrik kecil yang menggunakan kincir hidrolis, yaitu pabrik kertas, penggergajian atau kerajinan pedang di Vienna Dauphin, dimana batu gerinda dijalankan secara mekanis

Bentuk aktivitas industri yang paling populer di Eropa pada masa pra-industri adalah Verlagssystent atau sistem pesanan yang kadangkadang disebut sebagai industri rumah tangga. Ini adalah bentuk kedua kategori industri. Dalam Verlagssystem, pedagang berlaku sebagai “perantara produsen bahan mentah dan pengrajin, perantara pengrajin dan pembeli produk jadi, dan perantara kota dan pasar luar negeri”. (Braudel, 1982 :318). Seperti yang dikatakan Braudel, pedagang tersebut “mempunyai satu kaki di kota dan kaki satunya di desa” (1982 : 318). Pedagang itu mengorganisasikan aktivitas industri dengan menyediakan bahan mentah dan upah, dan kemudian memesan produk tertentu, clalam jumlah tertentu pula. Pekerja tetap tinggal di rumah untuk menghasilkan produk pesanannya itu. Pedagang kemudian melunasi upah, ketika produk akhir disampaikan kepadanya. Setelah itu, ia menjual produk tersebut di pasar.

Sistem pesanan ini berkembang sangat dini pada zaman pra-industri di Eropa, bahkan sebelum abad xvi. Meskipun namanya menggunakan bahasa Jerman (Verlagssystem), dan dibahas pertama kali oleh sejarawan Jerman, tetapi sistem tersebut tidak ditemukan di Jerman. Braudel berpendapatbahwa sistem itu mungkin berasal dari Belanda atau Italia„ pada awal abad xiii dan kemudian menyebar ke seluruh Eropa.

Meskipun banyak bentuk industri yang diorganisasikan dengan Verlagssystem, industri pokok yang terkait dengannya adalah pabrik tekstil. Braudelmemberi kita gambaran yangkongkrit mengenai Verlags system yang diterapkan pada manufaktur renda di Jerman pada abad xviii.

Pada bulan Juni 1775, seorang pengembara menyeberangi Erzgebirge dari Freyberg ke Augustusberg, berkelana melewati desa-desa pegummgan dimana katun dan renda dibuat Karena saat itu adalah musim panas, semua perempuan duduk di luar rumah; di bawah pohon lirnau, membentuk lingkaran yang mengelilingi seorang pelempar granat yang sudah tua. Dan semua orang bekerja keras, termasuk prajurit tua itu. Ini merupakan masalah hidup atau jari-jari pembuat renda hanya berhenti sebentar untuk mengambil sepotong roti atau kentang rebus yang ditaburi garam. Pada akhir minggu dia akan membawa pekerjaannya ke pasar lokal (tetapi itu suatu perkecualian), atau pergi ke Spitzenherr,”tuan renda” untuk menyerahkan produknya itu dan kemu-dian memberikan kepada pembuat renda benang dan pola-pola (pattern) dari Belanda dan Perancis, dan memberikan perintah untuk bekerja lagi. Sistem tersebut adalah suatu contoh yang bagus mengenai bentuk aktivitas produksi yang berbeda secara mendasar dengan sistem yang mendominasi setelah Revolusi Industri. Organisasi kerja itu diasosiasikan dengan kapitalisme industri yang sama sekali belum ada, dan pekerja tetap mertggunakan kecakapan tradisional mereka. Perhatian pedagang hanya terbatas pada pemasaran dan tidak melibatkan usaha untuk mengganti proses produksi. Jadi sistem pesanan merupakan bentuk kapitalisme pedagang Idasik. Seperti komentar Braudel (1982 :321) : Jaringan sistem pesanan merupakan bukti kuat pertama tentang kapitalisme pedagang yang dimaksudkan untuk mendominasi, bukannya mentransformasikan produksi. Yang menarik bagi para pedagang ini adalah pemasaran. Jadi bisa dipahami bahwa Verlagssystem mungkin memperhatikan cabang-cabang produksi begitu seorang pedagang bisa melihat ada manfaat baginya untuk mengontrol sistem itu.

Filed under : Bikers Pintar,